Tahuna, BAROMETERSULUT.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe terus mendorong pemerataan pelayanan dasar bagi masyarakat di wilayah kepulauan.
Salah satu langkah tersebut ditandai dengan diresmikannya operasionalisasi listrik 24 jam di Kampung Beeng Laut dan Kampung Bebalang.
Peresmian ini menjadi pijakan penting dalam memperluas akses energi listrik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan aktivitas masyarakat di kedua kampung tersebut.
Agenda peresmian juga terhubung secara daring melalui Zoom Meeting bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara yang diwakili Wakil Gubernur Sulawesi Utara, Victor Mailangkay.
Dengan beroperasinya listrik selama 24 jam, masyarakat diharapkan dapat merasakan manfaat yang lebih luas. Selain memenuhi kebutuhan penerangan rumah tangga, ketersediaan listrik yang stabil juga akan menunjang kegiatan pendidikan, pelayanan kesehatan, administrasi pemerintahan kampung, komunikasi serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Pemkab Kepulauan Sangihe bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN (Persero) juga terus memperkuat koordinasi untuk meningkatkan pelayanan listrik di sejumlah wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan pasokan.
Saat ini terdapat delapan kampung yang menjadi prioritas untuk mendapatkan peningkatan layanan listrik menjadi 24 jam. Delapan kampung tersebut yakni Bukide, Bukide Timur, Kalama, Mahengetang, Para Salingkere, Kawaluso, Kawio dan Matutuang.
Peningkatan layanan listrik di wilayah tersebut akan dilakukan secara bertahap pada periode anggaran berikutnya. Pelaksanaannya akan mempertimbangkan ketersediaan infrastruktur pendukung, kondisi geografis wilayah kepulauan, kebutuhan masyarakat serta kesiapan teknis PT PLN.
Pemkab Sangihe menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara dan PT PLN atas dukungan dan kolaborasi dalam memperkuat infrastruktur kelistrikan di daerah.
Bagi pemerintah daerah, ketersediaan listrik 24 jam bukan hanya soal penerangan, tetapi menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan publik, komunikasi dan perekonomian masyarakat.
Pemkab Sangihe menargetkan wilayah-wilayah yang masih mendapatkan pasokan listrik terbatas dapat secara bertahap menikmati layanan listrik penuh, sehingga pembangunan di wilayah kepulauan dapat berjalan lebih merata dan berkeadilan.







