TALAUD, Barometersulut.com- Terkait rekaman percakapan yang belakangan ini viral dan menjadi perbincangan hangat di jagat media sosial, Jekly Manein akhirnya angkat bicara. Melalui pernyataan resminya, Jekly menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada Bapak Loni Sampel (Ko lam).
Jekly atau sering disapa (Warenda) menjelaskan bahwa insiden perekaman yang terjadi beberapa hari lalu tersebut murni merupakan sebuah kekhilafan yang dilakukan tanpa unsur kesengajaan.
“Saya tidak sengaja melakukan perekaman percakapan lewat HP, dan saat ini (rekaman tersebut) menjadi viral di media sosial,” ujar Jekly.
Menanggapi berbagai spekulasi yang beredar akibat unggahan di sejumlah akun media sosial, Jekly memberikan klarifikasi tegas. Ia menyatakan sama sekali tidak terlibat dan tidak mengetahui perihal penyebaran video atau audio tersebut oleh akun-akun yang bersangkutan.
Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut sama sekali tidak memiliki niat buruk atau maksud untuk menyerang pihak mana pun.
Peristiwa ini diakui Jekly sebagai sebuah pelajaran berharga bagi dirinya agar lebih bijak dan berhati-hati di masa mendatang. Ia menyadari betul bahwa tindakan merekam tanpa izin memiliki konsekuensi yang serius di mata hukum.
Sebagai penutup, Jekly kembali menegaskan rasa penyesalannya yang mendalam.
”Saya secara pribadi menyampaikan permohonan maaf kepada Bpk. Loni Sumpel dan pihak lain yang merasa terusik atas peristiwa ini. Demikianlah saya sampaikan permohonan maaf saya ini,” pungkasnya.







