MINUT, Barometersulut.com– Jajaran Pemerintah Kecamatan Kauditan bergerak cepat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja birokrasi dan serapan anggaran di tingkat desa. Langkah taktis ini digodok dalam Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor yang dipusatkan di Desa Lembean, Rabu (1/7/2026).
Pertemuan berkala ini menjadi krusial mengingat Kecamatan Kauditan tengah dihadapkan pada target percepatan administratif keuangan pasca-semester pertama, sekaligus persiapan menjadi episentrum agenda besar keagamaan tingkat regional dalam waktu dekat.
Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Camat Kauditan, Vilma Anthonie, dan dihadiri oleh jajaran Koramil, Polsek Kauditan, otoritas Puskesmas, Pendamping Desa, serta seluruh Hukum Tua dan Sekretaris Desa se-Kecamatan Kauditan.
Dalam arahannya, Camat Vilma Anthonie menggarisbawahi bahwa pelayanan publik yang optimal hanya bisa dicapai melalui soliditas yang konkret di lapangan. Ia meminta seluruh kepala wilayah tidak menunda pekerjaan administratif yang berdampak pada masyarakat luas.
”Pemerintah desa harus bergerak taktis. Akselerasikan pelaksanaan Dana Desa (DD) tahap pertama dan rampungkan seluruh laporan pertanggungjawabannya. Ini adalah syarat mutlak agar kita bisa segera memproses pencairan DD tahap kedua untuk Tahun Anggaran 2026,” tegas Vilma.
Selain urusan serapan anggaran, performa desa dalam menjaga kelestarian lingkungan turut dibedah. Vilma menginstruksikan para Hukum Tua untuk mengawal langsung program kebersihan lingkungan secara berkala di wilayah masing-masing.
Dua program strategis regional yang menjadi sorotan utama adalah optimalisasi gerakan Indonesia Asri yang dijadwalkan setiap hari Selasa, serta agenda kebersihan lingkungan lewat program JGKWL (Joune Ganda-Kevin William Lotulung) yang wajib digulirkan setiap hari Jumat.
Di sela-sela evaluasi kerja, forum Rakor ini juga menjadi momentum apresiasi bagi desa-desa yang menunjukkan performa terbaik dalam tata kelola pemerintahan melalui penyerahan hadiah Lomba Desa Tingkat Kecamatan Kauditan Tahun 2026.
Berikut adalah hasil penilaian tim juri untuk Lomba Desa Kauditan 2026:
Juara I: Desa Kaima dan Desa Treman (Juara Bersama)
Juara II: Desa Tumaluntung
Juara III: Desa Kauditan 1
Camat Kauditan berharap prestasi yang diraih oleh desa-desa tersebut dapat memicu atmosfer kompetisi yang positif bagi wilayah lain untuk terus berinovasi dalam pelayanan kemasyarakatan.
Di penghujung rapat, agenda besar yang mendapat perhatian khusus adalah kesiapan wilayah Kauditan sebagai tuan rumah Perkemahan Penginjilan dan Kreatif Remaja Sinode Am GMIM, yang dirangkaikan dengan Perkemahan Wilayah Minawerot 2026. Kegiatan akbar ini rencananya akan berpusat di Desa Watudambo pada 7 hingga 10 Juli 2026.
Mengingat skala kegiatan yang melibatkan ribuan massa remaja se-Sinode, Vilma mengingatkan bahwa kesuksesan acara ini membawa pertaruhan nama baik daerah. Terlebih, kepanitiaan besar ini dikomandani langsung oleh Bupati Minahasa Utara selaku Ketua Umum Panitia.
”Ini adalah tanggung jawab bersama. Sebagai pemerintah dan masyarakat setempat, kita wajib memberikan dukungan penuh. Mari kita tunjukkan kepribadian sebagai tuan rumah yang inklusif, ramah, aman, dan sukses mengawal seluruh rangkaian acara,” pungkas Vilma.(Nando Adam)







