Terduga Pelaku Panah Wayer di Nabati Sedang Dalam Pengejaran

BITUNG,Barometersulut.com – Panah wayer masih tertinggi dalam tindak pidana kejahatan di Kota Bitung, dengan rata-rata belasan tahun atau usia remaja.

Bacaan Lainnya

Kasus panah wayer sering terjadi di Kecamatan Maesa. Belum berselang 1 minggu sudah dia kejadian korban panah wayer diduga dilakukan oleh anak-anak usia remaja.

 

Untuk kasus panah wayer yang terjadi dilingkungan sekolah SMK 1 Bitung (STM) sementara di tangani oleh pihak kepolisian Bitung. Namun tak berselang seminggu, 1 lagi korban keganasan panah wayer terjadi di Nabati.

 

Dari postingan di FB korban bernama Osfaldo Damisi, tertancap panah wayer dibagian punggung, sehingga harus dirujuk ke rumah sakit Prof Kandouw untuk penanganan lebih lanjut.

 

Yanses Madonsa salah satu warga berharap pihak Kepolisian teruntuk di Kota Bitung untuk melakukan tindakan tegas terukur kepada para pelaku-pelaku tersebut,

 

“Saya berharap Kapolres Bitung bisa memerintahkan anggotanya melaksanakan tindakan tegas terukur kepada para pelaku, agar ada efek jera. Jangan sampai terjadi berkali-kali tidak ada tindakan tegas dari pihak kepolisian, sehingga para pelaku lainnya tidak merasa takut dengan melakukan tindakan tersebut,” ujarnya.

 

Kapolsek Maesa AKP. Darius Tuegeh saat dikonfirmasi membenarkan akan kejadian tersebut,

 

“Yah benar telah terjadi tindak pidana penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis panah wayer di Gapura Ikan Nabati, Kelurahan Bitung Tengah, Lingkungan I, Kecamatan Maesa, pada hari Jumat 24 April 2026 sekitar pukul 03.00 wita,” jelas Darus panggilan akrab Kapolsek Maesa.

 

Untuk korban sendiri bernama Osfaldo Damisi kini sudah berada di rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut, sementara itu pelaku yang diketahui bernama Prabu dan Galang Sabihing sedang dalam pengejaran,

 

“Untuk kedua pelaku namanya sudah kami kantongi, dan kini sementara dalam pengejaran,” Ujarnya.

 

Untuk kronologi kejadian menurut keterangan saksi atau korban, sekitar pukul 03.00 wita awalnya korban keluar dari rumah menuju warung Madura yang tidak jauh dari rumahnya untuk membeli rokok. Setelah selesai membeli rokok, korban kembali berjalan menuju rumahnya.

 

Di dalam lorong masuk Nabati, korban berpapasan dengan pelaku Prabu bersama pelaku Galang Sabihing yang saat itu sedang mengendarai sepeda motor. Melihat korban secara tiba-tiba, pelaku Prabu turun dari motor dan mengejar korban sambil membawa panah wayer.

 

Pada jarak kurang lebih 5 (lima) meter pelaku melepaskan panah wayer ke arah korban dan mengenai bagian punggung belakang sebelah kanan hingga hampir tembus ke bagian leher sebelah kanan.

 

Kemudian korban berlari menuju ke rumahnya dan memberitahukan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Sementara itu, kedua pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian.

 

“Menerima laporan dari keluarga korban, anggota Resmob Polsek Maesa langsung mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta mengarahkan korban untuk mendapatkan perawatan medis di RS Budi Mulia. Kemudian melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pelaku serta melakukan upaya preventif dengan meningkatkan patroli di seputaran TKP,” pungkasnya.

 

Sementara itu, Kasat Reskrim Proses Bitung AKP. Ahmad Anugrah Ari Pratama saat dikonfirmasi wartawan juga membenarkan akan kejadian tersebut, dan sementara dalam pengejaran,

 

Menanggapi akan masukan dari warga Bitung, agar para pelaku dilakukan tindakan tegas terukur, Ahmad mengaku bahwa pihaknya akan memberikan efek jera dengan cara dihukum,

 

“Yang pasti para terduga pelaku akan ada hukuman sesuai perbuatan mereka, dan bagi para keluarga, kerabat pelaku atau terduga pelaku untuk bisa menyerahkan diri,” tutup Ahmad.

 

(RoMo)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *