Tahuna, BAROMETERSULUT.com– Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari mendorong pembentukan wadah relawan kebencanaan yang terorganisasi sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana, termasuk kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Thungari meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta instansi terkait untuk merealisasikan pembentukan wadah tersebut.
Hal itu disampaikannya saat penutupan operasi penanggulangan karhutla Gunung Api Awu, Rabu (15/10/2026), di Lapangan Santiago, Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Sangihe.
Menurut Thungari, wadah relawan ini diharapkan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari komunitas pecinta alam, mahasiswa pecinta alam, hingga komunitas anak muda lainnya.
“Para relawan nantinya akan mendapatkan pembinaan dan pelatihan melalui BPBD secara terencana dan berkelanjutan,” katanya.
Ia menilai, keberadaan relawan yang terorganisasi dapat memperkuat upaya pencegahan, kesiapsiagaan, hingga penanganan darurat bencana.
Selain itu, langkah tersebut menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengambil bagian dalam menjaga keselamatan masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.
Ditegaskan Bupati, pengalaman penanganan karhutla di Gunung Api Awu menjadi pelajaran penting bahwa penanggulangan bencana tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah maupun peralatan tertentu. Persatuan dan keterlibatan aktif masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi situasi darurat.
“Saya sadar, ternyata kita tidak terlalu perlu helikopter, yang kita perlu hanya seluruh persatuan masyarakat yang ada di Kabupaten Kepulauan Sangihe,” ungkap Thungari.







