BITUNG,Barometersulut.com – Komitmen Pemerintah dalam mengintegrasikan aspek keamanan dengan pembangunan infrastruktur kelautan kembali ditunjukkan melalui kunjungan Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Komjen. Pol. (Purn.) Drs. Lotharia Latif, S.H., M.Hum., ke Pelabuhan Perikanan Bitung, Rabu (05/08/2026).
Kunjungan strategis ini didampingi langsung oleh Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Sulawesi Utara, Kombes. Pol. Bayuaji Yudha Prajas, S.H., M.H., menegaskan bahwa stabilitas Kamtibmas merupakan prasyarat mutlak bagi keberhasilan program kesejahteraan nelayan.
Rombongan disambut hangat oleh Kepala Pelabuhan Perikanan Bitung, Makkasau, A.Pi., M.Si., beserta jajaran pegawai. Kehadiran dua sosok pimpinan dengan latar belakang keamanan, satu masih aktif menjabat di Polri dan satu lagi purnawirawan yang kini memimpin sektor perikanan tangkap nasional menjadi simbol kuat bahwa pembangunan tidak dapat dipisahkan dari jaminan rasa aman.
Dalam keterangannya, Dirjen Lotharia Latif mengapresiasi koordinasi solid antara Ditpolairud Polda Sulut dan manajemen pelabuhan. Ia menekankan bahwa peran aktif Polri dalam menjaga stabilitas adalah fondasi utama agar investasi infrastruktur dapat memberikan dampak nyata.
“Sinergi seperti inilah yang kita butuhkan untuk memajukan sektor perikanan nasional. Pembangunan ini bukan sekadar fisik, tapi membawa perubahan ekonomi bagi nelayan Bitung. Kami ingin melihat nelayan kita sejahtera, hasil tangkapan meningkat, dan proses distribusi berjalan lancar. Dengan dukungan keamanan dari Polda Sulut, kami yakin target tersebut dapat dicapai,” ujar Lotharia Latif.
Ia juga menyampaikan harapan agar rencana infrastruktur yang ditinjau dapat segera terealisasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat pesisir tanpa hambatan kriminalitas atau konflik sosial.
Sementara itu, Kombes. Pol. Bayuaji Yudha Prajas menunjukkan pendekatan yang berbeda dari kunjungan pejabat pada umumnya. Ia tidak hanya hadir sebagai pendamping protokoler, tetapi turun langsung ke dermaga, meninjau rencana teknis pembangunan, dan yang paling penting, mendengarkan secara aspirasi para nelayan yang sedang bersandar.
Bagi Bayuaji, kehadiran di tengah masyarakat adalah esensi dari filosofi “Polri Hadir untuk Masyarakat”. Ia memastikan bahwa pengamanan area pelabuhan dan laut sekitarnya dilakukan secara preventif dan partisipatif.
“Saya mengucapkan terima kasih banyak atas kunjungan Dirjen Tangkap KKP. Saya telah meluangkan waktu untuk melihat langsung kondisi lapangan dan mendengar keluhan masyarakat nelayan,” ujar Bayuaji.
Komitmen Ditpolairud Polda Sulut adalah menjamin agar investasi infrastruktur ini benar-benar dinikmati oleh nelayan dalam lingkungan yang aman, tertib, dan kondusif. Sinergi antara regulator perikanan, penegak hukum, dan operator pelabuhan ini diharapkan menjadi model percepatan pembangunan ekonomi biru (blue economy) di Sulawesi Utara yang berkelanjutan dan inklusif.
(RoMo)







