MINUT, Barometersulut.com– Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bergerak cepat merespons hasil Kongres Nasional. Dipimpin langsung oleh sang Ketua, Dr. Joune J. E. Ganda, SE., MAP., MM., MSi, organisasi para pemikir Kristen ini menggelar rapat strategis pada Minggu (19/7/2026) untuk menyusun arah baru program kerja daerah.
Rapat ini menjadi momentum konsolidasi internal pasca-terbentuknya struktur baru Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PIKI. Sebagaimana diketahui, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI, Maruarar Sirait, kini resmi menakhodai DPP PIKI sebagai Ketua Umum, didampingi Benyamin Patondok sebagai Sekretaris Jenderal.
Dalam arahannya, Joune Ganda menegaskan bahwa PIKI Minut berkomitmen penuh untuk membumikan visi nasional ke dalam konteks pembangunan lokal di Bumi Tonsea. Sebagai wadah intelektual, organisasi ini memposisikan diri sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah.
”PIKI harus mampu memberikan rekomendasi yang konkret dan berbasis data terhadap berbagai kebijakan strategis. Fokus pemikiran kita ke depan akan diarahkan pada isu-isu krusial seperti ketahanan pangan, transisi energi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar generasi muda kita siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” ujar Joune Ganda, yang juga menjabat sebagai Bupati Minahasa Utara tersebut.
Lebih lanjut, pria yang kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini menambahkan, PIKI Minut tidak akan terjebak pada tataran wacana atau diskusi di atas kertas saja. Sebaliknya, gagasan besar tersebut langsung diturunkan ke dalam program taktis yang menyentuh aspek spiritual dan lingkungan hidup.
Di sektor kerohanian, PIKI Minut menjadwalkan agenda Lomba Baca Mazmur yang akan melibatkan lintas kategori jemaat, mulai dari Pria/Kaum Bapak, Wanita/Kaum Ibu, hingga kelompok Pemuda dan Remaja.
Sementara di sektor lingkungan dan ketahanan pangan, langkah nyata yang disiapkan adalah penyaluran bantuan bibit ikan mujair kepada masyarakat produktif serta gerakan penanaman pohon kelapa secara masif di wilayah Minahasa Utara.
”Sinergi antara pemikiran intelektual dan aksi nyata di lapangan inilah yang akan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Minut,” pungkasnya. (Nando Adam)







