Ekspedisi Rupiah Berdaulat 2026: BI Gulirkan Rp5 Miliar Uang Baru ke Lini Terluar Sulut

BITUNG, Barometersulut.com-Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara kembali menerobos batas geografis demi memastikan hak masyarakat perbatasan mendapatkan uang layak edar.

Lewat pelayaran gelombang kedua program Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2026 yang lepas jangkar dari Bitung pada Jumat (11/9/2026), BI memboyong Rp5 miliar uang kertas kondisi gres untuk menyisir lima pulau terluar di Bumi Nyiur Melambai.

​Misi kemanusiaan dan kedaulatan ekonomi ini menyasar warga di Pulau Tagulandang, Karatung, Marore, Kalama, hingga Mahangetang. Selain membuka pos layanan penukaran uang lusuh (Clean Money Policy), tim juga menggelar sosialisasi edukatif Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah agar warga perbatasan makin tanggap mengenali ciri keaslian uang kertas.

​Kepala Perwakilan BI Sulawesi Utara, Joko Supratikto, menegaskan bahwa pekatnya tantangan cuaca laut tak akan menyurutkan langkah tim di lapangan. Penyesuaian taktik pelayaran siap dilakukan demi menjamin pasokan uang tunai sampai langsung ke tangan masyarakat.

​”Kami membawa uang kertas baru untuk menggantikan uang-uang lusuh yang selama ini beredar di tengah masyarakat pulau. Tim akan membaca situasi di lapangan, karena fokus utama kami adalah memastikan kebutuhan uang kertas warga terpenuhi secara merata,” ujar Joko.

​Bagi BI, jarak dan isolasi pulau bukan alasan untuk menomordandakan layanan publik. Lewat hadirnya fisik Rupiah yang bersih, utuh, serta pecahan yang pas untuk transaksi harian, kedaulatan ekonomi di garis terdepan Indonesia diharapkan tetap terjaga kokoh.(***)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *