Dua Hari Berturut-turut Mangkir, Ketidakhadiran Sekda Bitung di Banggar Dinilai Hambat Proses Penganggaran Daerah

BITUNG,Barometersulut.com – Ketidakhadiran Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung Ir. Ignatius Rudi Theno, S.T., M.T., dalam dua kali berturut-turut rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Bitung memicu sorotan tajam dari anggota dewan. Dewi Suawa, anggota DPRD Fraksi PDI Perjuangan, menilai sikap Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tersebut menghambat proses pembahasan anggaran yang merupakan fungsi konstitusional legislatif.

 

Bacaan Lainnya

Kritik ini disampaikan Dewi menyusul ketidakhadiran Rudi Theno pada rapat Banggar Rabu (15/07/2026) dan Kamis (16/07/2026), padahal agenda pembahasan memerlukan penjelasan langsung dari pejabat tertinggi birokrasi daerah.

 

Dewi menegaskan bahwa disposisi tugas kepada kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tidak dapat menggantikan peran Sekda selaku Ketua TAPD dalam forum Banggar.

 

“Saya sudah mengatakan hal tersebut kepada Ketua Tim Banggar yang juga selaku Ketua DPRD Bitung Vivy Ganap, agar dalam rapat tersebut harus menghadirkan Pak Sekot selaku Ketua TAPD Bitung, jangan hanya mendisposisikan ke OPD saja. OPD hanya mendampingi, tidak bisa memberikan penjelasan lebih,” jelas Dewi.

 

Pernyataan ini menyoroti masalah substantif, tanpa kehadiran Ketua TAPD, pembahasan kebijakan fiskal, prioritas pembangunan, dan realokasi anggaran tidak dapat dilakukan secara komprehensif karena OPD memiliki kewenangan terbatas dalam pengambilan keputusan strategis lintas sektor.

 

Yang membuat kritik Dewi semakin tajam adalah fakta bahwa pada hari pertama ketidakhadiran (15/7/2026), rapat Banggar sempat diskors karena adanya aspirasi dari para pedagang yang diterima di gedung paripurna. Namun, usai massa pedagang menyampaikan aspirasinya dan melanjutkan aksi ke Kantor Walikota, Rudi Theno justru terlihat hadir mendampingi Walikota menyambut massa tersebut.

 

“Kemarin Sekot tidak hadir di rapat Banggar yang meskipun harus diskors karena ada aspirasi dari para pedagang yang harus kami terima di gedung paripurna. Ironisnya, usai massa pedagang selesai menyampaikan aspirasinya yang kemudian melanjutkan aksi mereka ke Kantor Walikota, malah Sekot hadir mendampingi Pak Walikota saat menyambut massa pedagang. Ini kan tidak masuk di akal,” beber Dewi.

 

Pada hari kedua (16/7/2026), Rudi Theno kembali tidak hadir di Kantor Dewan dan hanya mengirimkan perwakilan, meski dikonfirmasi berada di Kantor Walikota.

 

Ketua TAPD yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bitung, Ir. Ignatius Rudi Theno, ST,. MT, saat dikonfirmasi ketidakhadirannya dalam 2 rapat tersebut, tidak menanggapi meski sudah ditelepon dan chat via whatsapp, hingga berita ini dipublikasikan.

 

(RoMo)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *