Seragam Abu-Abu dan Pelayanan Rohani, Dua Wajah Dedikasi AIPTU Yudi di Tagulandang

SITARO,Barometersulut.com – Di tengah tugas rutin menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah kepulauan, sosok Ajun Inspektur Polisi Satu (AIPTU) Yudi Kristianto Mekutika menampilkan wajah lain dari anggota Kepolisian Republik Indonesia. Bertugas di Polsek Tagulandang, Polres Sitaro, Polda Sulawesi Utara, Yudi dikenal tidak hanya sebagai penegak hukum yang disiplin, tetapi juga sebagai pribadi yang humanis, bertanggung jawab terhadap keluarga, serta aktif dalam pelayanan rohani.

 

Rekam jejak pengabdian Yudi di institusi Polri telah membawanya menempati berbagai posisi strategis. Sebelum bertugas di Kepulauan Sitaro, ia pernah mengemban amanah sebagai Kepala Unit Intelijen (Kanit Intel) di Polsek Aertembaga, Polres Bitung. Pengalaman di lapangan intelijen tersebut membentuk kepekaannya dalam membaca situasi sosial sekaligus menjaga pendekatan yang persuasif dalam berkomunikasi dengan masyarakat.

 

Di luar jam dinas kepolisian, Yudi mendedikasikan waktunya untuk pelayanan gereja. Ia dipercaya menjadi Pelayan Khusus (Pelsus) di Gereja Masehi Injili di Sangihe Talaud (GMIST) Jemaat Imanuel Balehumara, Tagulandang. Keterlibatannya bukan sekadar kehadiran formal, melainkan partisipasi aktif dalam kehidupan bergereja yang mencerminkan integritas karakternya.

 

Bagi Yudi, seragam polisi dan pelayanan rohani bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya justru saling menguatkan, nilai-nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab dalam iman menjadi fondasi bagi sikap humanisnya saat berinteraksi dengan warga, sementara tugas kepolisian memberinya kesempatan nyata untuk melayani sesama melalui perlindungan dan pengayoman.

 

Sosok seperti AIPTU Yudi Kristianto Mekutika mengingatkan publik bahwa aparatur negara dapat menjalankan tugas profesional tanpa mengorbankan nilai-nilai spiritual dan kemanusiaan. Di wilayah kepulauan seperti Tagulandang, di mana ikatan komunitas dan keagamaan sangat kuat, pendekatan yang memadukan ketegasan hukum dengan kehangatan pelayanan rohani seringkali menjadi kunci terciptanya harmoni sosial.

 

Dedikasi Yudi baik di kantor polisi maupun di mimbar gereja menunjukkan bahwa integritas seorang abdi negara tidak hanya diukur dari pencapaian operasional, tetapi juga dari bagaimana ia hidup selaras dengan nilai-nilai yang diyakini dan dijalankan dalam kehidupan sehari-hari bersama masyarakat yang dilayaninya.

 

(RoMo)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *