Didorong Bank Indonesia Sulut, Kerja Sama B2B Pangan Minahasa-Sidrap Resmi Diteken

SIDRAP, Barometersulut.com-  Langkah konkret dalam menjaga stabilitas harga dan memperkuat ketahanan pangan regional terus dipacu. Pemerintah Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, resmi menjalin Kerja Sama Antardaerah (KAD) dengan Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan.

​Kolaborasi ini dikukuhkan melalui penandatanganan kesepakatan dagang komoditas yang melibatkan langsung para pelaku usaha, petani, dan pedagang dari kedua wilayah di Kantor Bupati Sidrap, Rabu (1/7).

​Langkah strategis ini diinisiasi sebagai instrumen pengendalian inflasi daerah, dengan fokus utama pada penguatan rantai pasok bahan pangan esensial dan pemangkasan jalur logistik antarwilayah.

​Sinergi Lintas Sektor dan Pendampingan Bank Indonesia
​Agenda krusial ini dihadiri langsung oleh Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, S.IP., M.M., bersama Wakil Bupati Nurkanaah dan jajaran pimpinan DPRD setempat. Sementara itu, delegasi Kabupaten Minahasa dipimpin oleh Wakil Bupati Vanda Sarundajang yang hadir memboyong jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta perwakilan sektor pertanian.

​Sinergi antar pemda ini mendapat pengawalan ketat dari Bank Indonesia. Kepala Perwakilan BI Provinsi Sulawesi Utara, Joko Supratikto, hadir langsung memfasilitasi momentum interkoneksi ekonomi tersebut.

Membacakan sambutan Bupati Minahasa Robby Dondokambey, Wakil Bupati Vanda Sarundajang menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan respons adaptif terhadap dinamika demografi Minahasa.

Sebagai wilayah dengan konsumsi yang terus meningkat, Minahasa membutuhkan kepastian pasokan pangan secara berkelanjutan.

​”Kolaborasi dengan Sidrap selaku salah satu lumbung padi nasional adalah langkah taktis untuk mengamankan stok beras, meredam gejolak harga, dan memastikan daya beli masyarakat tetap terjaga,” urai Vanda.

​Lebih jauh, Pemkab Minahasa membidik perluasan sektor kerja sama di masa depan, tidak hanya terpaku pada sektor pangan, melainkan merambah ke sektor pariwisata, tata kelola perdagangan umum, hingga pertukaran kapasitas sumber daya manusia (SDM).

​Apresiasi tinggi datang dari Bank Indonesia selaku motor penggerak Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID). Joko Supratikto menekankan bahwa aspek krusial dari KAD ini terletak pada eksekusi di lapangan.

​BI mendorong agar kesepakatan di tingkat birokrasi ini segera ditranslasikan ke dalam hubungan dagang riil yang bersifat business-to-business (B2B) antarpelaku usaha.

Dengan demikian, efisiensi rantai distribusi dan pemangkasan biaya logistik dapat segera berdampak langsung pada kestabilan harga di pasar.

​Bupati Sidrap H. Syaharuddin Alrif menyatakan kesiapan penuh wilayahnya. Didukung oleh mekanisasi pertanian modern, luas lahan yang mumpuni, serta hilirisasi industri penggilingan yang mapan, Sidrap mencatatkan surplus produksi beras yang sangat besar di atas kebutuhan lokal.

​”Kami siap membantu pemenuhan pangan Minahasa. Ini adalah model simbiosis mutualisme yang tidak hanya mengamankan ketahanan pangan di Sulawesi Utara dan Selatan, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan nasional,” pungkas Syaharuddin.(***)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *