Tahuna, BAROMETERSULUT.com – Proses perbaikan jaringan Palapa Ring Tengah pada segmen kabel laut optik Melonguane–Morotai dipastikan akan berlangsung hingga 16 Agustus 2026.
Selama proses restorasi utama, masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud diperkirakan akan mengalami gangguan layanan telekomunikasi dan internet sementara selama sekitar 10 hingga 12 hari.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama merangkap Plt. Direktur Layanan TI Masyarakat dan Pemerintah BAKTI Komdigi, Sudarmanto, saat membacakan kesimpulan dalam kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Perbaikan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane–Morotai yang dihadiri langsung oleh Bupati Kepulauan Sitaro, Bupati Kepulauan Sangihe, Bupati Kepulauan Talaud, serta para pemangku kepentingan terkait.
Sudarmanto menjelaskan, kerusakan pada kabel laut optik terjadi akibat aktivitas gempa bumi tektonik yang melanda wilayah tersebut. Berdasarkan hasil pemeriksaan, terdapat dua core kabel yang putus dan 14 core mengalami high bending dari total 24 core yang ada pada segmen Melonguane–Morotai.
“Kondisi kerusakan semakin memburuk setelah terjadi gempa bumi berkekuatan 7,7 Skala Richter, sehingga diperlukan tindakan restorasi menyeluruh untuk mengembalikan kualitas layanan telekomunikasi di wilayah kepulauan,” jelasnya.
Ia mengatakan, pekerjaan perbaikan telah dimulai sejak 8 Juli 2026 dan dijadwalkan selesai pada 16 Agustus 2026. Sementara itu, operasi restorasi utama akan dilaksanakan pada 31 Juli hingga 11 Agustus 2026, yang berpotensi menyebabkan terputusnya layanan komunikasi sementara di tiga kabupaten terdampak.
Untuk meminimalkan dampak gangguan, BAKTI Komdigi telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dengan meningkatkan kapasitas bandwidth dari 50 Mbps hingga 200 Mbps pada 286 titik layanan akses internet yang tersebar di wilayah terdampak.
Rinciannya meliputi 48 titik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, 106 titik di Kabupaten Kepulauan Sangihe, dan 132 titik di Kabupaten Kepulauan Talaud.
Titik-titik tersebut mencakup kantor pemerintahan, fasilitas kesehatan, satuan pendidikan, sektor pertahanan dan keamanan, pusat kegiatan masyarakat, lokasi wisata, hingga tempat ibadah.
Selain peningkatan kapasitas jaringan, BAKTI juga menyiapkan sistem cadangan (backup) layanan melalui sejumlah penyedia telekomunikasi.
Telkomsel menyediakan kapasitas cadangan sekitar 7,55 Gbps, Telkom menyiapkan 700 Mbps melalui layanan Starlink, sementara Lintasarta menambah kapasitas backup sebesar 100 Mbps.
Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap layanan komunikasi pada sektor-sektor vital tetap dapat berjalan selama proses perbaikan berlangsung, sekaligus meminimalkan dampak terhadap aktivitas pemerintahan, pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik di Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sangihe, dan Talaud.
Pemerintah bersama BAKTI Komdigi juga mengimbau masyarakat untuk memahami kondisi ini sebagai bagian dari upaya pemulihan infrastruktur telekomunikasi yang terdampak bencana alam, sehingga ke depan jaringan Palapa Ring Tengah dapat kembali beroperasi secara optimal.







