MANADO, Barometersulut.com- Dalam memanfaatkan momentum World Book Day 2026 Bank Indonesia melalui Perpustakaan Wale Sitaro Kantor Perwakilan Sulawesi Utara melaksanakan program strategis untuk memperkuat budaya literasi di kalangan generasi muda dengan beda buku Manguni Volume 4.
Diketahui, kegiatan bedah Buku MANGUNI Vol. 5 digelar dengan tema “Connected by Literacy: Building Future-Ready Communities” ini terlaksana atas sinergitas komunitas Generasi Baru Indonesia Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT), Kamis (23/4).
Kegiatan ini dibuka Wakil Rektor III UNSRAT, Ralfie Pinasang, dan dihadiri Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut Renold Asri, Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNSRAT, Willem Alfa Tumbuan serta ratusan mahasiswa lintas kampus di Sulawesi Utara.
Ralfie dalam sambutannya menyoroti tantangan kompleks yang dihadapi Generasi Z di era digital, mulai dari tekanan akademik hingga ketidakpastian ekonomi.
“Gen Z bukan generasi yang lemah, tetapi adaptif dan kreatif. Literasi menjadi fondasi penting untuk membentuk pola pikir kritis dan kemampuan bangkit dari tantangan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Sulut, Renold Asri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Bank Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan literasi.
“Literasi adalah jembatan yang menghubungkan individu dan komunitas, sekaligus fondasi membangun masyarakat yang adaptif dan siap menghadapi masa depan,” jelasnya.
Kegiatan ini menghadirkan penulis Almira Bastari yang membedah bukunya Home Sweet Loan. Buku tersebut menggambarkan realitas kehidupan generasi muda, khususnya Gen Z, yang dihadapkan pada tekanan finansial, tuntutan kemandirian, dan dinamika kehidupan urban.
Dalam pemaparannya, Almira menekankan bahwa perjalanan hidup generasi muda tidak selalu mulus, tetapi melalui proses bertahan, bangkit, dan bertumbuh.
“Cerita dalam buku ini dekat dengan realitas Gen Z yang harus berjuang menghadapi tekanan hidup sekaligus mencari jati diri,” ungkapnya.
Selain bedah buku, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan edukasi kebanksentralan, termasuk sistem pembayaran, pelindungan konsumen, serta kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah.
Melalui sinergi ini, Bank Indonesia bersama GenBI dan perguruan tinggi berharap dapat mendorong peningkatan minat baca sekaligus memperkuat kapasitas generasi muda agar lebih adaptif, inovatif, dan berdaya saing di masa depan.(***)







