Talaud,BAROMETERSULUT.com- Sistim dan kondisi Pengelolaan Keuangan serta kinerja jajaran Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud pasca kepemimpinan mantan Bupati Elly Engelbert Lasut dan mantan Wabup Moktar Parapaga(E2L-MP) hingga saat ini diterpa berbagai isu tidak sedap dan kritikan pedas di sejumlah warga di berbagai platform media sosial.
Dugaan persoalan pengelolaan keuangan daerah ini tercermin dari beberapa aksi damai ASN termasuk perangkat Desa yang haknya terlambat dibayarkan termasuk pertanyaan dan kritikan sejumlah awak media terkait transparansi dan profesionalitas soal proses seleksi PKS dengan perusahaan media.
Terbaru, nitizen menyoroti kinerja
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan statistik Stella Bintian. Kritikan itu dipostingan dalam group akun FB @ Publik Talaud.
Kritikan pedas nitizen ini terkait transparansi penggunaan dana kemitraan dengan media massa hingga soal dana pendukung digitalisasi yang ada di dinas Kominfo yang kini dipimpin oleh Stella Bintian.
Ketika di Konfirmasi terkait tudingan miring kepadanya lewat pesan berbasis data di nomor telepon 0852 4018 ×××× Stella Bintian terlihat centang 2 tapi tidak memberikan respon.
Sementara itu Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Talaud Yohanis Kamagi selaku pembina ASN ketika dimintai tanggapan, meminta agar awak media ini meminta konfirmasi langsung kepada pejabat yang bersangkutan.
” Terkait hal itu silahkan tanya ke Ibu Kadis ” jawab Sekda Kamagi singkat.
Sebelumnya Pj. Bupati Talaud Fransiskus Manumpil sebagai wujud komitmen mengatasi dinamika dan kondisi keuangan, secara tegas mencopot JM dari jabatan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) karena diduga terlibat skandal gratifikasi dalam lingkup tanggung jawabnya.
Ini isi kritikan pedas nitizen yang ditujukan kepada Kadis Kominfo Informatika dan Statistik yang juga mantan kabag protokol dan kabag umum Kabinet di era E2L- MP itu.:

(***)






