Dewan Pengawas BPJS Tinjau RSUP Kandou Manado, Dorong Optimalisasi Pelayanan Bagi Pasien

Manado,BAROMETERSULUT.com-Jajaran manajemen RSUP Prof Dr R D Kandou Manado dipimpin oleh Plh Dirut RSUP Prof Kandou,Dr dr Ivonne E Rotty Mkes menerima kunjungan dari Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan, Prof Dr Abdul Kadir PhD Sp THT-KL(K) MARS, Kamis (02/03).

Diketahui, kunjungan kali ini untuk membahas terkait sistem pelayan BPJS di RSUP Kandou, sekaligus menjaga sinergitas antara instansi kesehatan.

Plh Dirut RSUP Prof Kandou,Dr dr Ivonne E Rotty Mkes menjelaskan kalau rangkaian kunjungan mantan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan RI ini memang telah diagendakan sebelumnya.

Dokter Ivonne juga selaku Direktur SDM Pendidikan dan Umum, didampingi Direktur Pelayanan Medik Keperawatan dan Penunjang, dr Yeheskiel Panjaitan SH MARS mengungkapkan, RSUP Kandou sebagai mitra kerja sangat mengapresiasi kunjungan dari Dewan Pengawas BPJS, khususnya guna peningkatan pelayanan.

“Kita berharap lewat pertemuan ini kita bisa mencari solusi terkait kendala apa yang sering terjadi dalam pelayanan sehingga bersama akan berjalan beriringan dalam mengoptimalkan pelayanan bagi pasien,” ungkap Dokter Ivonne.

Baca juga:  Robert Optimis TNI-Polri Akan Tetap Bersinergis

Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas BPJS, Prof Abdul Kadir mengatakan, BPJS Kesehatan merupakan salah satu lembaga publik yang struktur organisasinya di bawah Presiden.

Sedangkan keberadaan Dewan Pengawas BPJS Kesehatan,sesuai Undang-undang (UU) Nomor 24 Tahun 2004,fungsi Dewan Pengawas BPJS Kesehatan untuk melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan Jaminan Sosial Nasional di lapangan.

“Kunjungan saya kali ini untuk melihat dari dekat kondisi sistim pelayanan BPJS, sekaligus meminta masukan dari teman-temantenaga kesehatan,kalau masih kurang kita segera perbaiki,” pungkasnya.

Adapun saat ini peserta BPJS Kesehatan sudah berjumlah 249 juta atau sekitar 90,3 persen penduduk Indonesia.

Khusus di RSUP Kandou, 90 persen pasiennya telah menggunakan jaminan BPJS Kesehatan sehingga dikatakan Abdul Kadir, penghasilan terbesar RSUP Kandou berasal dari BPJS.

Baca juga:  Wamentan RI Bantah Tudingan Senator Australia, Harvick Hasnul Qolby : Indonesia Sudah Lama Bebas PMK!

Kami berharap tidak ada lagi diskriminasi antara pasien umum dan BPJS, seperti kalau pasien umum langsung didahulukan, sedangkan pasien BPJS menunggu antrean. Begitu juga pasien BPJS sebelum masuk Rumah Sakit sudah membayar terlebih dulu,” tegasnya, seraya mengimbau agar sedapat mungkin RSUP Kandou dapat mengikuti aturan BPJS Kesehatan sehingga tidak terjadi kecurangan (Fraud).

Turut hadir Asisten Deputi Jaminan Pelayanan BPJS Kesehatan wilayah Sulawesi Utara, dr Meryta Rondonuwu, Kepala Cabang BPJS Manado, drg Betsi Ruru, Asisten Deputi SDM Umum dan Komunikasi BPJS Kesehatan Wilayah Sulut, Yuliarso Budiman.(***/gerald)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *