Program Joune-Kevin “Berkantor di Desa” Dapat Apresiasi Pakar Politik dan Pemerintahan

MINUT, BAROMETERSULUT.com – Salah satu program unggulan dari Calon Bupati dan Calon Wakil Bupati, Joune Ganda-Kevin W Lotulung pada Pilkada Minut adalah ‘Berkantor di Desa’. Program ini merupakan cara dari pasangan calon yang diusung PDI Perjuangan untuk memantau perkembangan dan lebih dekat dengan warga.

Program ini sendiri rupanya mendapatkan apresiasi dari sejumlah pakar politik dan pemerintahan nasional.

Direktur Eksekutif IPO (Indonesia Political Opinion), Dedi Kurnia Syah Putra menyebutkan, program tersebut jika dijalankan dengan baik, akan memutus mata rantai birokrasi yang panjang, sehingga masyarakat bisa lebih dekat dengan kepala daerah.

“Selain itu, pembangunan desa termasuk warganya akan lebih mudah untuk dipantau oleh kepala daerah. Bisa dikatakan, pembangunan tidak merata akan terminimalisir, karena kondisi di desa akan tersaji secara nyata bukan lagi lewat laporan saja,” ujar Dedi.

Untuk itu, Dedi menganggap jika ide brilian dari paslon Joune Ganda dan Kevin W Lotulung ini, harus disusun dengan efektif dan efisien, agar masyarakat di kalangan bawah juga memahami dan paham tentang program yang baik tersebut.

Baca juga:  Hebat! 2 Ormas Islam dan 67 Imam Masjid Se-Minut Nyatakan Siap Dukung JG-KWL Pada Pilkada Minut 2020

Ujang Komarudin dari Indonesian Political Review (IPR) menilai program Berkantor di Desa sebagai hal yang biasa, namun menjadi sangat penting ketika pemimpin daerah ingin mendekat kepada rakyatnya. Dikatakannya, program ini sangat baik jika berhasil menggali potensi-potensi di desa-desa sekaligus menjadi pilot project di Tanah Air.

Dikatakan Ujang, program ini mirip dengan konsep di Jepang yang menggalakkan ‘one village, one product’. Dikatakannya, berkantor di desa, harus memiliki produk, usaha, bisnis, hingga mampu menghasilkan merek dagang tertentu yang harus didukung penuh oleh teknologi information.

“Wilayah Indonesia Timur itu potensi luar biasa. Kita sangat mengapresiasi konsep teknologi di masyarakat ini. Dan berkantor di desa membuat kepala daerah itu tidak elitis,” kata Ujang.

Baca juga:  Gubernur Lemhannas RI Akui Nilai Strategis Sulut

Sementara, Calon Bupati Minahasa Utara, Joune Ganda mengatakan, program berkantor dari desa akan masuk dalam kebijakan 100 hari mempercepat pembangunan dan menggali potensi desa-desa di Minut yang selama ini terabaikan.

Dikatakan Ganda, selama ini setiap aspirasi masyarakat desa, belum maksimal diperjuangkan, sehingga kesejahteraan pembangunan belum optimal dirasakan. Untuk itu, dirinya akan merubah konsep pelayanan bila dipercayakan masyarakat sebagai Bupati Minut.

“Mengusung konsep membangun dari desa, kami memiliki niat yang tulus untuk membangun daerah ini mulai dari desa, sehingga tidak ada ketimpangan,” kata Ganda.

“Joune-Kevin siap berkantor di desa. Artinya, setiap desa di Minut akan dikunjungi dan melihat dari dekat serta mendengar langsung kebutuhan masyarakat desa,” kata Joune kembali. (*/abx)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *