TAHUNA,Barometersulut.com-Mencermati perkembangan kondisi politik dan kamtibmas tingkat nasional dan daerah Provinsi Sulut,sejumlah aktivis dan penggiat Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan media lokal di Tahuna,Senin (15/5/2017) mendatangi Makodim 1301 Satal.
Kedatangan rombongan itu disambut langsung Dandim 1301 Satal Letkol Inf Saiful Parenrengi di ruang kerjanya yang didampingi Sertu Alfons Munde.
Marslem Palumbara,salah seorang aktivis LSM lokal Tahuna dalam pertemuan itu menegaskan kedatangan mereka bertemu dengan Dandim 1301 Satal antara lain bertujuan untuk menyatakan sikap terhadap fenomena politik dan kamtibmas di daerah.
Menurutnya,sejumlah rekan sesama pengiat LSM dan media di Tahuna menyatakan beberapa sikap antara lain menolak dengan tegas faham radikalisme apapun bentuknya,menolak dan mengutuk tindakan dan upaya yang mengarah pada perpecahan bangsa dengan memanfaatkan isu SARA,serta meminta agar pemimpin di daerah ini mempertahankan dan mewujudkan komitmen sebagai pemimpin yang cinta damai.”Kami menyatakan bahwa rakyat di daerah ini tidak terprovokasi oleh oknum-oknum tertentu dan menolak serta mengutuk tindakan dan faham radikalisme masuk di daerah ini.”ujarnya sambil menambahkan agar TNI melalui Kodim 1301 Satal bersama-sama rakyat mencegah dan menolak aksi dan gerakan yang mengarah pada upaya perpecehan bangsa.
Dandim 1301 Satal Letkol Inf Saiful Parenrengi kepada para penggiat LSM dan media itu dengan tegas mengatakan,secara institusional soal menangkal dan menindaki adanya gerakan dari faham radikalisme itu bahagian yang tidak terpisahkan dari tupoksi TNI AD melalui jajaran Kodim 1301 Satal secara tidak langsung,namun saja kata Saiful dalam konteksi itu TNI sifatnya hanya mencermati kondisi yang ada,mengolah dalam bentuk data awal kemudian dilaporkan secara berjenjang ke komando atas,sementara untuk proses hukum adalah domaian dari aparat kepolisian sesuai dengan kewenangan yang diberikan oleh negara.”Sesuai dengan kapasitas dan kewenangan yang diberikan maka TNI hanya akan melakukan pendataan info dini,cegah dini dan membangun komunikasi kepada masyarakat khususnya yang berkaitan beragam ancaman yang dihadapi bangsa akhir-akhir ini termasuk soal faham radikalisme.”tandas Saiful sambil menambahkan pada prinsipnya berdasarkan perintah Komando atas dan kewenangan yang diatur bagi TNI AD,pihaknya akan mendorong dan mendukung sepenuhnya komitmen dari seluruh komponen di Kabupaten Kepulauan Sangihe yang mencegah perpecahan bangsa dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Staf Kodim 1301 Satal Sertu Alfons Munde kepada Barometersulut.com mengatakan,kedatangan sejumlah penggiat LSM dan media di Tahuna ini merupakan kunjungan yang dilakukan secara spontan,dimana kata Munde inti dari kedatangan ini memberikan informasi dan pernyataan sikap serta mengapresiasi kepada TNI AD melalui Kodim 1301 Satal dalam kaitan selama ini telah memberi informasi dan edukasi kepada masyarakat dan komponen bangsa lainnya soal semangat bela bangsa,cinta tanah air dan NKRI.”Akhir dari pertemuan itu rombongan yang hadir dengan Dandim 1301 Satal sama-sama sepakat menyatakan bahwa NKRI sebagai satu harga mati untuk dipertahankan.
Munde mengatakan,adapun penggiat LSM dan media lokal Tahuna yang hadir masing-masing:
-Ahmad Yanis LSM PHK
-Andi Gansalangi LSM Anti Korupsi
-Stenly Pantolawokan Institisi AZA
-Marslen Palumbara LSM Kadadenwahe
-Rindu.M Media Sulut
-Tommy Bawulang Institut AZA
-Hamdan Janis KNTI
-Nader.B LSM Darah Putih
-Christian Manado Express
-Handry G LSM
-Azis Janis Mitra Kodim.
(Nando)







