Desak Pemprov Sulut Tambah Armada Rute Sitaro, Normans Luntungan Ingatkan Tragedi Kapal Barcelona 3

MANADO, Barometersulut.com-. Keterbatasan armada kapal yang melayani rute ke Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) menjadi sorotan tajam dalam Rapat Paripurna DPRD Provinsi Sulawesi Utara.

Anggota DPRD Sulut, Normans Luntungan, menyampaikan aspirasi mendesak dari masyarakat Sitaro terkait krisis transportasi laut tersebut. Ia menyebut, setiap hari hanya ada satu kapal yang berlayar menuju wilayah kepulauan tersebut.

Adapun Pernyataan itu disampaikan Normans melalui interupsi dalam rapat paripurna yang berlangsung di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Senin (19/10/2026).

“Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur, saya akan menyampaikan aspirasi masyarakat Sitaro berkaitan dengan kapal. Setiap harinya, kapal yang berlayar ke Sitaro hanya satu,” ungkap Normans di hadapan forum.

Khawatirkan Keselamatan Penumpang

Normans menegaskan, kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran besar terkait keselamatan dan kenyamanan penumpang. Ia mengingatkan, risiko fatal bisa terjadi jika jumlah penumpang harian tidak sebanding dengan kapasitas kapal yang tersedia.

Ia bahkan menyentil insiden kebakaran Kapal Barcelona yang belum lama ini terjadi di jalur Kepulauan Talaud sebagai pelajaran mahal. Menurutnya, kecelakaan itu dipicu oleh kelebihan penumpang hingga kondisi di atas kapal tidak terkendali.

“Belum lama ini ada kecelakaan Kapal Barcelona di jalur Kepulauan Talaud. Hal itu disebabkan banyaknya penumpang di kapal tersebut sehingga kondisinya sudah tidak beraturan,” ujarnya.

Ia menegaskan, jika persoalan ini tidak segera ditangani serius, potensi musibah serupa di rute Sitaro sangat besar.

Minta Kejelasan Peran Syahbandar

Lebih lanjut, Normans juga menyoroti isu adanya penahanan izin berlayar bagi armada lain yang seharusnya bisa membantu melayani rute Sitaro.

Ia meminta Pemprov Sulut segera memfasilitasi koordinasi lintas sektor agar sumbatan regulasi bisa terurai.

“Daripada kita saling menyalahkan satu dengan yang lainnya, menyalahkan pihak kapal, pemerintah, atau rekan-rekan lainnya, mohon dibantu untuk diperhatikan, Bapak Gubernur. Katanya, Syahbandar yang menahan kapal lainnya untuk berlayar. Kiranya hal ini dapat difasilitasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.

Normans berharap koordinasi intensif bersama Syahbandar dan operator kapal bisa segera membuahkan solusi, sehingga pelayanan transportasi laut ke Sitaro berjalan optimal tanpa mengabaikan aspek keselamatan.

Menanggapi interupsi tersebut, Ketua DPRD Provinsi Sulut, Fransiskus Andi Silangen, menyampaikan apresiasi atas masukan krusial tersebut.

“Nanti akan diperhatikan oleh Bapak Gubernur,” pungkas Fransiskus.(Wandi)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *