BITUNG,Barometersulut.com – Stasiun Bakamla Manembo-Nembo menggelar acara pisah sambut Kepala Stasiun sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan di lingkungan Badan Keamanan Laut (Bakamla) RI, Rabu (24/06/2026). Kegiatan yang berlangsung khidmat di Kelurahan Manembo-nembo, Kecamatan Matuari, Kota Bitung ini menjadi momentum penghormatan kepada Letkol Bakamla Muhammad Ibnu Sina sekaligus penyambutan Mayor Bakamla Sulaeman Rusdi sebagai pejabat baru.
Acara dihadiri langsung oleh Kepala Zona Tengah Bakamla RI Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP, Wakil Walikota Bitung Randito Maringka, unsur Forkopimda Kota Bitung, unsur TNI/Polri, dan sejumlah kepala instansi maritim strategis di wilayah Kota Bitung.
Dalam sambutannya, Letkol Bakamla Muhammad Ibnu Sina menyampaikan apresiasi atas dedikasi seluruh personel selama masa kepemimpinannya. Sementara itu, Mayor Bakamla Sulaeman Rusdi menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program positif yang telah berjalan,
“Ini stok baru tapi orang lama. Saya pernah memimpin di Kota Bitung pada tahun 2014 dan hari ini saya kembali lagi di sini,” ungkapnya dengan penuh keakraban.
Laksma Teguh Prasetya dalam arahannya menekankan bahwa pergantian kepemimpinan bertujuan meningkatkan kapasitas satuan. Ia juga mengajak para tamu meninjau ruang monitoring stasiun serta melakukan penanaman pohon sebagai simbol keberlanjutan organisasi.
Usai rangkaian acara, Laksma Teguh Prasetya menjawab sejumlah pertanyaan wartawan terkait isu keamanan maritim terkini, yakni Pengembangan National Maritime Security System (NMSS).
Menanggapi posisi strategis Bitung sebagai pintu gerbang perbatasan, Teguh menjelaskan bahwa Stasiun Bakamla Manembo-Nembo merupakan implementasi nyata kesiapan operasional Bakamla RI di Sulawesi Utara. Ke depan, pengawasan akan diperkuat melalui sistem NMSS yang mengintegrasikan identifikasi aspek keamanan bagi pengguna laut maupun pemerintah daerah, sehingga deteksi ancaman dapat dilakukan lebih optimal.
Terkait kesiapan personel, Teguh memastikan bahwa kualitas SDM terus ditingkatkan. Lebih jauh, ia mengungkapkan bahwa Kota Bitung berpeluang besar dipilih sebagai lokasi pengembangan pusat akademi atau pusat pendidikan Bakamla RI di masa mendatang guna mendukung peningkatan kapasitas personel secara berkelanjutan.
Terkait tentang sistem operasional stasiun, Teguh menjelaskan bahwa saat ini pemantauan visual melalui kamera telah berjalan. Namun, ke depan akan dioptimalkan integrasi teknologi satelit, AIS (Automatic Identification System), penginderaan jarak jauh, dan sensor optik dalam satu sistem terpadu melalui NMSS untuk menghasilkan informasi yang lebih akurat dan komprehensif.
Sebagai kota pariwisata dan pusat ekonomi, Bitung mendapat perhatian khusus. Teguh menegaskan bahwa kapal-kapal negara dan aset Bakamla yang beroperasi di Sulut siap dimanfaatkan untuk mendukung program pemerintah daerah, baik dalam pengembangan pariwisata maupun kegiatan strategis lainnya, tanpa mengabaikan tugas pokok keamanan dan keselamatan laut.
Melalui pergantian kepemimpinan dan penguatan sistem ini, Stasiun Bakamla Manembo-Nembo diharapkan semakin optimal sebagai garda terdepan pengawasan perairan, sekaligus memperkuat sinergi lintas instansi demi mewujudkan kedaulatan dan keamanan maritim nasional.
(RoMo)







