GORONTALO, Barometersulut.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara terus memantau kondisi peserta daerah yang mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII di Gorontalo. Perhatian tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Sekretaris Daerah Minahasa Utara, Ir. Nofly G. Wowiling, M.Si, ke lokasi penginapan kontingen, guna memastikan seluruh kebutuhan peserta terpenuhi selama kegiatan berlangsung.
Didampingi sejumlah pendamping kontingen, Wowiling meninjau fasilitas yang digunakan peserta, mulai dari tempat istirahat, ketersediaan air bersih, sanitasi, hingga layanan konsumsi. Ia juga menyempatkan diri berdialog langsung dengan para peserta untuk mengetahui kondisi mereka selama mengikuti kegiatan nasional tersebut.
Menurut Wowiling, kenyamanan dan kesehatan peserta menjadi aspek penting yang tidak boleh diabaikan. Dengan kondisi fisik yang terjaga, para petani, nelayan, dan penyuluh dapat mengikuti berbagai agenda PENAS secara optimal.
“Kami ingin memastikan seluruh peserta dari Minahasa Utara berada dalam kondisi yang baik. Mereka hadir membawa nama daerah dan diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk menambah pengetahuan serta pengalaman yang nantinya bisa diterapkan di daerah,” ujarnya.
Sebanyak 60 peserta dari Minahasa Utara ambil bagian dalam PENAS XVII. Mereka tergabung dalam kontingen Sulawesi Utara yang mengirimkan lebih dari seribu peserta dari berbagai kabupaten dan kota.
Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, keikutsertaan dalam PENAS bukan sekadar menghadiri kegiatan nasional, tetapi juga menjadi kesempatan untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan.
Wowiling menilai forum seperti PENAS memiliki peran strategis dalam mempertemukan pelaku usaha tani dan nelayan dengan berbagai inovasi yang berkembang di Indonesia. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat mempelajari teknologi baru, pola pengelolaan usaha yang lebih efektif, hingga strategi menghadapi tantangan perubahan iklim.
Ia berharap seluruh peserta yang mewakili Minahasa Utara mampu menjadi penggerak di lingkungan masing-masing setelah kembali dari Gorontalo. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat dibagikan kepada kelompok tani maupun nelayan di daerah.
“Yang terpenting adalah bagaimana hasil yang diperoleh selama mengikuti PENAS dapat diterapkan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pemerintah daerah tentu akan mendukung upaya-upaya yang mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perikanan,” katanya.
PENAS XVII di Gorontalo diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah pertukaran pengalaman, promosi inovasi, serta penguatan kolaborasi dalam mendukung pembangunan sektor pertanian dan kelautan yang berkelanjutan.(nando adam)







