MANADO, Barometersulut.com- Sejumlah masa aksi yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Sulawesi Utara mengelar demo di kantor DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (6/4/2026).
Diketahui aksi demo ini masih dalam rangkaian peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) terkait kondisi dunia pendidikan saat ini.
Kedatangan para pendemo ini diterima langsung oleh Plt Sekwan Niklas Silangen, S.Sos, M.Si bersama beberapa Anggota DPRD Prov. Sulut diantaranya Raski Mokodompit SH, Piere j. Makisanti dan Hillary Julia Tuwo
Dalam aksi demo itu, para mahasiswa menyuarakan beberapa hal yang krusial diantaranya kritikan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dinilai perlu pengawasan ketat,
Penolakan terhadap militerisasi di lingkungan kampus serta gugatan terhadap kebijakan negara yang dianggap tidak berpihak pada kepentingan rakyat kecil.
Sekwan Niklas Silangen, S.Sos, M dalam kesempatan itu menegaskan selama ini DPRD Sulut terbuka dalam menerima semua aspirasi dan di harapkan aspirasi di sampaikan dengan tertib , Tertatur dan tidak anarkis.
Meski dalam aksi demo itu terjadi ketengan antara masa aksi dengan aparat keamanan, namun berkat pendekatan persuasif dan humas oleh Sekwan dan para anggota dewan yang hadir, akhirnya aksi demo dilanjutkan dengan ruang dialog
Dalam sesi dialog tersebut para anggota dewan mencatat fokus aspirasi yang disampaikan oleh masa aksi demo.
Prinsipnya Sekwan Niklas Silangen dan para anggota Deprov yang hadir saat itu Raski Mokodompit,Piere Mamahit dan Hillary Julia Tuwo menegaskan bahwa kedatangan para pendemo ke gedung rakyat ini sudah langkah yang konstitusional dan tepat sesuai dengan aturan dalam menyampaikan pendapat publik.
” Kedatangan adik-adik mahasiswa kegedung rakyat ini kami sangat mengapresiasi, dimana aspirasi yang telah disampaikan tadi kami catat dan teruskan ke pimpinan Dewan untuk dipelajari dan ditindak lanjut” tukas Niklas Silangen sambil menambahkan pimpinan DPRD Sulut sangat terbuka dan membuka diri dengan penyampaian aspirasi dari komponen masyarakat yang disampaikan secara benar dan konstitusional serta tidak anarkis.
Usai dialog dengan anggota Deprov Sulut tersebut, masa aksi akhirnya membubarkan diri dan meningalkan lokasi demo dengan aman dan tertib sambil berterima kasih atas penerimaan dan ruang dialog yang di gagas oleh Sekwan dan anggota DPRD Sulut yang hadir saat itu.(Wandi)






