Korem 132 Tadulako Rangkul Stakeholder di Sulteng

IMG-20171121-WA0010
PALU,Barometersulut.com-Dalam rangka membangun komunikasi dan Silahturahmi dengan sejumlah komponen masyarakat,Korem 132/Tadulako,Senin (20/11/2017) melaksanakan kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) dengan kelompok masyarakat Provinsi Sulteng di aula Manggala Sakti Makorem 132/Tadulako.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 132/Tadulako Mayor Inf Dedy Afrizal kepada Barometersulut.com menegaskan adapun komponen masyarakat yang ikut dalam kegiatan Komsos tersebut dihadiri oleh Kasrem 132/Tadalako, Kepala Kesbangpol Provinsi Sulteng, Dan/Kasatdisjan Jajaran Korem 132/Tadulako, para Kasi Korem 132/Tadulako, para Pimpinan FKPPI se-Sulteng,Kepala satuan Menwa, Mahasiswa Untad,serta keluarga besar FKPPI dan PPM.”Kegiatan ini merupakan cara efektif guna meningkatkan komunikasi antara komponen masyarakar Provinsi Sulteng.”ujar Dedy,sapaan akrabnya.

Komandan Korem (Danrem) 132/Tadulako dalam sambutannya yang di bacakan oleh Kasrem 132/Tadulako Letkol Inf Andrian Susanto,antara lain mengatakan bahwa kegiatan Komsos ini bertujuan untuk memelihara dan meningkatkan ikatan kebersamaan dan kekeluargaan yang selama ini telah terjalin dengan baik.

Danrem menegaskan bahwa melalui acara ini kami juga ingin memiliki kesamaan cara pandang utamanya dalam upaya mengelola semua potensi yang dimiliki bangsa ini menjadi ruang,alat dan kondisi Juang yang tangguh dalam rangka melanjutkan pembangunan bangsa demi tegaknya keutuhan NKRI.”Kegiatan ini merupakan upaya strategis dalam mengembangkan rasa patriotisme tanpa pamrih,sebagai perwujudan nasionalisme dalam menjaga dan mengamankan Pancasila dan UUD 1945 dikalangan Keluarga Besar TNI, FKPPI dan Menwa serta untuk mengkaji berbagai Fenomena potensi ancaman,gangguan,hambatan dan tantangan yang mengancam eksistensi NKRI dari berbagai perspektif.”ungkapnya sambil menambahkan bahwa sebagai salah satu komponen bangsa,Keluarga Besar TNI, FKPPI dan Menwa harus mengenal benar kondisi bangsa dan negaranya.

Lebih jauh Danrem menjelaskan Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang majemuk dan beraneka ragam,dikenal luas sebagai bangsa yang memiliki keindahan budaya dan peradaban yang tinggi.”Kemajemukan dan keanekaragaman itu pula yang menjadi kekuatan utama bangsa ini untuk tetap eksis dalam tatanan kehidupan masyarakat dunia.”tegasnya sambil mengungkapkan perlu memelihara dan meningkatkan hubungan antara Prajurit TNl-AD dengan Keluarga Besar TNI,sehingga hubungan yang harmonis dapat memberikan pemahaman dan menggugah serta mengajak Keluarga Besar TNI berpartisipasi dalam pertahanan negara,untuk mengatasi kesulitan rakyat dan mendukung tugas pokok TNI.

Pada akhir sambutannya Danrem menuturkan bahwa system pertahanan yang digunakan bangsa lndonesia bertumpu pada kekuatan TNI sebagai komponen utama dan sumber daya nasional sebagai komponen pendukung,oleh sebab melalui kegiatan komunikasi sosial dengan keluarga besar TNI nantinya akan didapatkan potensi nasional guna bersama-sama menjaga keutuhan NKRI dengan system pertahanan rakyat semesta.

Dedy menambahkan usai membacakan sambutan Kasrem 132/Tadulako melanjutkan dengan menyajikan materi tentang wawasan kebangsaan tentang Proxy War,dimana materi ini menyangkut upaya mewaspadai ancaman perang non militer yang memanfaatkan agen-agennya untuk melakukan propaganda/agitasi kenegaraan, sasaran utamanya negara-negara yang berada di dalam garis katulistiwa atau daerah yang beriklim tropis yang memiliki kekayaan sumber daya alam kebutuhan dasar manusia seperti energi,air dan pangan.

“Hal ini terjadi mengingat negara kita menjadi salah satu incaran bagi negara-negara luar guna memenuhi kebutuhan negara mereka.Kasrem juga mengingatkan untuk sama-sama menjaga keluarga kita dari pengaruh narkoba,pergaulan bebas yang sedang marak,serta pengaruh dari paham ideologi garis keras.”tandas Dedy.(Nando/Penrem 132/Tdl).

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *