MINUT, Barometersulut.com Dunia investasi di Kabupaten Minahasa Utara terus menunjukkan kemajuan yang positif dari para investor Internasional, khususnya bisnis hotel dan resort.
Hal ini tidak lepas dari kerja keras dan loby yang dilakukan oleh Bupati Joune Ganda enam tahun terakhir ini.
Terbaru, Bupati Joune Ganda memimpin Groundbreaking Ceremony Shangri-La Manado di Desa Budo Jaga IV, Minggu (1/11/2026).
Kehadiran shangri-La Manado menambah 2 hotel berbintang 5 sebelumnya yakni Marriot Resort and Spa( segera diresmikan) di Likupang Barat dan Club Med di di Kecamatan Kema yang dalam proses.
Diketahui, kehadiran Hotel Shangri-La Manado ini, tidak lepas berkat gagasan briliat dari Yulisa Baramuli (Mantan Wakil Bupati Minut) periode 2010-2015 ) dan pebinis level nasional Ilham Habibie(Putra Presiden RI ke 3 ) yang disambut positif oleh Bupati Joune Ganda.
” Kehadiran hotel Shangri-La Manado ini merupakan mimpin besar dari Ibu Yulisaa yang disampaikan kepada saya, dan akhirnya mimpi itu hari ini mulai terwujud” kata Bupati Joune Ganda kepada awak media saat itu.
Menurut Joune Ganda, Kehadiran Shangri-La Manado di Desa Budo, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), menjadi langkah penting dalam mendorong pertumbuhan sektor pariwisata sekaligus meningkatkan daya tarik investasi di Tanah Tonsea.
Menurut Joune Ganda, pembangunan hotel dan resor berstandar internasional tersebut merupakan sebuah kebanggaan bagi Minahasa Utara. Pasalnya, Shangri-La merupakan jaringan hotel internasional dengan reputasi yang telah dikenal luas di berbagai negara.
Ia mengungkapkan, rencana menghadirkan hotel bintang lima dengan konsep resor dan vila tersebut sebelumnya telah disampaikan oleh salah satu pemegang saham, Yulisa Baramuli, yang bersama Ilham turut berperan dalam menghadirkan investasi tersebut.
“Ini merupakan suatu hal yang sangat membanggakan bagi kita di Minahasa Utara. Shangri-La adalah international chain hotel yang tidak mudah masuk ke suatu daerah apabila daerah tersebut dinilai tidak memiliki kelayakan untuk pembangunan hotel,” ujar Joune.
Ia menilai, kehadiran jaringan hotel internasional tersebut menjadi sinyal positif bagi kepercayaan investor terhadap potensi Minahasa Utara. Selain meningkatkan nilai daerah, investasi ini diharapkan semakin memperkenalkan Minut ke pasar internasional.
Joune menegaskan, pembangunan Shangri-La Manado memiliki keterkaitan erat dengan pengembangan pariwisata. Fasilitas resor berstandar internasional itu diharapkan mampu menarik wisatawan, khususnya dari segmen menengah ke atas (middle-up).
Menurutnya, bertambahnya fasilitas akomodasi berkualitas akan memperkuat daya dukung pariwisata Minahasa Utara, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.
“Pasti ada relevansinya dengan pariwisata. Hotel ini diharapkan dapat melayani dan menunjang sektor pariwisata, sehingga semakin banyak wisatawan yang datang ke Minahasa Utara,” jelasnya.
Di sisi lain, Bupati Joune Ganda menekankan bahwa keberhasilan investasi tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik hotel, tetapi juga membutuhkan dukungan pemerintah dan masyarakat.
Ia menyebut infrastruktur, ketersediaan listrik, jaringan internet, kebersihan lingkungan hingga pemberdayaan UMKM sebagai sejumlah aspek yang harus mendapat perhatian bersama.
Menurut Joune, masyarakat lokal harus menjadi bagian dari pertumbuhan ekonomi yang tercipta melalui investasi pariwisata. Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan oleh pengelola usaha, tetapi juga memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan warga.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, lanjutnya, berkomitmen mendukung iklim investasi yang kondusif agar proyek tersebut dapat berjalan dengan baik.
Sementara itu, Yulisa Baramuli selaku salah satu pemegang saham mengungkapkan, pembangunan Shangri-La Manado berangkat dari keinginan untuk ikut membangun daerah sekaligus mendorong kemajuan pariwisata Minahasa Utara.
Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan infrastruktur dan fasilitas penunjang, termasuk pemberdayaan UMKM, pengelolaan sampah, jaringan internet serta pasokan listrik.
Julisa juga mengajak masyarakat untuk mendukung pembangunan tersebut dengan menjaga kebersihan lingkungan dan menciptakan kawasan yang tertata.
Ia bahkan mendorong adanya pengelolaan sampah yang lebih baik, sosialisasi kepada masyarakat serta gerakan penghijauan melalui penanaman pohon di lingkungan permukiman.
“Kita tidak bisa berdiri sendiri. Pemerintah harus membantu dan memberikan dukungan agar semuanya berjalan baik, menghasilkan PAD yang besar, dan masyarakat bisa sejahtera,” ungkap Yulisa.
Ia optimistis kehadiran Shangri-La Manado dapat menjadi pemicu pertumbuhan ekonomi daerah apabila didukung kolaborasi pemerintah, investor dan masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Ilham, selaku pelaku usaha yang terlibat dalam investasi tersebut, mengatakan pariwisata merupakan salah satu faktor penting dalam mendorong perekonomian, baik di tingkat nasional maupun daerah.
Ia mengajak semua pihak belajar dari perkembangan pariwisata Bali, termasuk mengambil hal-hal positif sekaligus menghindari berbagai persoalan yang muncul akibat perkembangan sektor tersebut.
Menurutnya, pariwisata memiliki efek berganda (trickle-down effect) karena mampu menggerakkan berbagai sektor usaha lain, mulai dari jasa transportasi, penyewaan kendaraan, biro perjalanan, restoran hingga usaha masyarakat lainnya.
Dengan demikian, masyarakat sekitar harus mendapat kesempatan untuk mengambil bagian dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh seiring beroperasinya kawasan pariwisata.
Terkait tahapan pembangunan, Julisa menyampaikan bahwa proyek Shangri-La Manado ditargetkan dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari dua tahun.
Ia juga mengungkapkan, investasi yang sedang dimulai ini bukan satu-satunya rencana pengembangan. Masih terdapat peluang pembangunan lanjutan dengan nilai investasi yang diperkirakan mencapai triliunan rupiah.
Pembangunan Shangri-La Manado pun diharapkan menjadi salah satu momentum penting dalam memperkuat sektor pariwisata Minahasa Utara, sekaligus membuka peluang investasi baru yang berdampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Agenda peletakkan batu pertama tersebut dihadiri oleh para investor kelas internasional, diantaranyaDewi Kam( Presdi SSP Group) Sunny Paw (Group COO Shangrila Group) dan Qin Fei ( Presdir PT Cina Rally Ennginering Construksion)
Selain para investor Sanggrila Group, turut di hadiri oleh ketua DPRD Minahasa Utara Vonny Adel Rumimpunu, para Asisten, kepada Dinas dan Camat Wori dan jajaranya.
Diketahui Shangri-La Manado milik
Investor / Pengembang: PT Deybudo Pariwisata Prima, dimana Yulisa Baramuli sebagai salah seorang pemegang sahamnya.
Salah satu mega proyek di Minahasa Utara ini bakal dikerjakan oleh
PT Cina Rally Ennginering Construksion.(nando adam)







