Gubernur YSK Bangga Sulut Jadi Tuan RumahhMukernas XV Ikatan Penata Anestesi Indonesia Tahun 2026

​MANADO, Barometersulut.com-  Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) XV Ikatan Penata Anestesi Indonesia (IPAI) Tahun 2026 secara resmi dibuka di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat (23/10).

Diketahui, Acara tahunan yang menghadirkan Dewan pimpinan pusat (DPP) dan Dewan  pimpinan  daerah (DPD) se-Indonesia, serta para pakar dan narasumber kesehatan ini, menjadi momentum penting dalam penguatan kapasitas serta profesionalisme penata anestesi di tanah air.

Adapun rapat  yang di gelar di Hotel Tateli Resort and  Convention Manado yang di hadiri oleh Ketua DPP IPAI Dra.Dorce Tandum, dan juga perwakilan Gubernur Sulut  dr.Lidya Tulus selaku Kepala Dinas Kesehatan Sulut  sekaligus membuka Musyawarah kerja Nasional.

Acara ini turut dihadiri dan diwakili oleh sejumlah pejabat penting, dan  perwakilan Direktur RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, perwakilan Direktur RS Awalui  Tateli,  Ketua Dewan DPD IPAI Sulawesi Utara Ericson Patras SST.serta  para tamu undangan dan peserta dari seluruh penjuru tanah air yang berjumlah 210 peserta.

​Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus dalam sambutannya yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan  pada acara pembukaan, Pemprov Sulut menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas terpilihnya Sulawesi Utara sebagai tuan rumah penyelenggaraan Mukernas XV IPAI. Kehadiran para peserta dari berbagai daerah dinilai menjadi kehormatan tersendiri bagi kawasan “Bumi Nyiur Melambai”

​Dalam sambutan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa penata anestesi memegang peranan yang sangat vital dan tidak terpisahkan dari pilar pelayanan kesehatan nasional, khususnya pada tindakan perawatan kritis, operatif, serta penanganan kegawatdaruratan di rumah sakit.

​”Dedikasi yang tinggi, ketelitian tanpa kompromi, kecermatan, serta penguasaan kompetensi yang mumpuni dari penata anestesi adalah benteng pertahanan utama dalam menjamin keselamatan pasien (patient safety) di ruang operasi,” demikian dipaparkan dalam sambutan Gubernur.

​Pentingnya sinergi dan kolaborasi erat antara penata anestesi yang tergabung dalam IPAI dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif (Perdatin) juga menjadi sorotan utama. Kolaborasi yang harmonis dan tak terhalang birokrasi terbukti mampu mempercepat pelayanan operatif yang cepat, tepat, dan berkualitas bagi masyarakat.

​Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara juga menyoroti perkembangan infrastruktur kesehatan di wilayahnya. Saat ini terdapat 62 rumah sakit di Sulawesi Utara, yang akan terus bertambah dengan hadirnya program rumah sakit Public-Private Partnership / Pro-Health Care (PHTC) serta pembangunan fasilitas kesehatan baru di wilayah kabupaten/kota, termasuk wilayah kepulauan dan perbatasan.

​Pengembangan fasilitas ini memerlukan dukungan penuh dari tenaga penata anestesi yang kompeten demi menjamin pemerataan pelayanan kesehatan yang humanis dan bermutu tinggi hingga ke pelosok daerah.

​Mukernas XV IPAI yang dirangkaikan dengan kegiatan workshop dan simposium ini diharapkan tidak sekadar menjadi agenda rutin organisasi, melainkan wadah konsolidasi strategis. Forum ini ditargetkan mampu melahirkan gagasan kreatif, evaluasi kritis terhadap kebijakan dan program kerja, serta penyelarasan langkah organisasi dengan arah Transformasi Kesehatan Nasional Kementerian Kesehatan RI.

​Di samping agenda musyawarah dan penimbangan ilmu medis, para peserta dari seluruh Indonesia juga diajak untuk menikmati keindahan alam serta ragam kuliner khas Sulawesi Utara sebagai bagian dari ajang penyegaran (refreshment) sebelum kembali bertugas di daerah masing-masing.

​Pembukaan Mukernas XV IPAI Tahun 2026 ditandai dengan pemukulan Gong dan pernyataan resmi pembukaan acara serta sambutan hangat kepada seluruh kontingen dan tamu undangan yang hadir di Kota Manado.(Wandi)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *