BITUNG,Barometersulut.com – PT. Multi Nabati Sulawesi (MNS), anak perusahaan Wilmar International Grup, kembali menunjukkan komitmen tanggung jawab sosial melalui program “Wilmar Peduli”.
Pada hari Selasa (18/08/2026), perusahaan menggelar pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat sekitar pabrik di Kelurahan Paceda, Kecamatan Madidir, Kota Bitung. Kegiatan ini bukan sekadar layanan medis sesaat, melainkan bagian dari edukasi kesehatan berkelanjutan yang menekankan pentingnya deteksi dini.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Lurah Madidir Unet Karel Larepos, Lurah Paceda Herold Barauntu, Kepala Puskesmas Paceda dr. Feiby Thenderan, M.Kes., jajaran manajemen PT. MNS, serta ratusan warga antusias yang mengikuti rangkaian pemeriksaan.
Samuel Nugraha, selaku HRD PT. MNS, dalam sambutannya menegaskan bahwa program ini dirancang untuk mengubah pola pikir masyarakat tentang kesehatan. Ia berharap partisipan tidak hanya datang karena iming-iming gratis, tetapi benar-benar memahami prosedur dan manfaat jangka panjangnya.
“Kami berharap kegiatan ini bukan cuma sebatas seremoni saja, tetapi meningkatkan kesadaran bahwa kesehatan harus dimulai dari dini, tidak harus menunggu sakit,” ujar Samuel. “Kita mesti rutin cek kondisi awal kesehatan kita seperti apa, kemudian treatment-nya seperti apa.”
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi solid dengan pemerintah setempat dan Puskesmas Paceda. Sebagai bentuk perhatian lebih, General Manager PT. MNS Jusry Siregar menitipkan pesan bahwa setiap peserta pulang tidak hanya membawa hasil pemeriksaan, tetapi juga paket minyak goreng sebagai dukungan nutrisi keluarga.
Pemerintah Kota Bitung, yang diwakili Lurah Madidir Unet Karel Larepos, menyambut baik inisiatif ini sebagai model kolaborasi ideal antara swasta dan publik. Ia mengapresiasi konsistensi PT. MNS dalam menyalurkan CSR berupa sembako dan layanan kesehatan yang langsung menyentuh kebutuhan dasar warga.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Paceda dr. Feiby Thenderan, M.Kes., menyoroti aspek edukatif dari kegiatan ini. Menurutnya, kerja sama yang telah memasuki tahun ketiga ini adalah bukti nyata pergeseran paradigma dari kuratif (mengobati) menjadi promotif-preventif (mencegah).
“Pemeriksaan kesehatan secara dini itu untuk mencegah. Jadi jangan nanti tunggu sudah sakit,” tegas dr. Feiby. “Kami mengharapkan Bapak Ibu bisa kenal sejak awal dengan memeriksakan diri, mengenali faktor risiko penyakit. Lebih baik mencegah lebih dulu.”
Kehadiran tim medis Puskesmas bersama staf PT. MNS memastikan standar pelayanan tetap terjaga, sekaligus menjadi momen transfer pengetahuan bagi warga tentang cara memantau kesehatan mandiri di rumah. Program “Wilmar Peduli” di Paceda ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi perusahaan lain dalam merancang CSR kesehatan yang berdampak sistemik, bukan hanya simbolis.
(RoMo)







