BITUNG,Barometersulut.com – Panitia pelaksana pemilihan putra-putri SMA Negeri 2 Bitung (SMABIT) berikan klarifikasi terkait dugaan adanya unsur KKN pada ajang pemilihan putra-putri SMABIT tahun 2026 yang dilaksanakan di lingkungan Sekolah SMABIT pada hari Sabtu 18 April 2026.
Dalam klarifikasi, Ketua Panitia Briliant Damanis kepada wartawan mengakui akan kesalahan salah satu pembawa acara dalam penyebutan nomor saat pengumuman tempat terakhir di lima besar,
“Dimana nomor yang disebutkan adalah “Six” dan nama yang disebutkan bukan nomor tersebut. Dan hal inilah yang menyebabkan mental peserta yang nomornya disebutkan menjadi “drop”. Salah satu pembawa acara kami tadi malam sudah meminta maaf kepada kedua peserta yang nomor dan namanya disebutkan,” jelasnya.
Sebagai pembuktian bahwa nama yang masuk ke lima besar adalah nama yang ada di dalam list tercetak di map yang diserahkan ke pembawa acara. Dan nama tersebut sesuai atau cocok dengan tampilan yang ada di LED/Videotron,
“Jadi kami membantah terkait kecurigaan terhadap pembawa acara, panitia, atau juri melakukan KKN terkait hal tersebut, itu tidak benar. Namun kesalahan utama adalah pada penyebutan nomor peserta yang berbeda dengan nomor yang tertera,” bebernya.
Untuk kriteria penilaian pemilihan putra putri SMABIT 2026, juga didasarkan kriteria penilaian Putra Putri Bitung Junior di tingkat Kota, yaitu:
- Test akademik.
- Test Wawancara.
- Preview day.
- Wawancara Akademik.
- KTI.
- Keaktifan (dinilai dari ketepatan waktu dalam datang latihan, perilaku dalam bersosialisasi selama karantina, dan spontanitas).
- Talent show
Kriteria penilaian diatas menjadi dasar penetapan kelima besar, jadi tidak hanya saat Keyword Challenge di panggung Grand Final. Ketujuh item penilaian tersebut sudah dimulai sejak 16 Maret 2026. Ada peserta yang memperoleh nilai tertinggi dalam dua item penilaian, dan nilai tersebut mampu menutupi ketidakhadirannya pada salah satu item penilaian (KTI).
Ada pula peserta yang tidak mampu menjawab saat keyword challenge namun sudah punya nilai yang tinggi di item penilaian lainnya. Hal ini pula sekaligus menjawab kenapa peserta lain yang dapat menyelesaikan Keyword Challenge, namun tidak masuk dalam lima besar. Dikarenakan nilai mereka pada ketujuh item penilaian saat karantina sejak 16 Maret 2026 kurang atau lebih rendah dari peserta lainnya.
Hal ini sekaligus menjawab kecurigaan yang dituduhkan kepada panitia yang memberikan penilaian berdasarkan kedekatan dengan peserta, Tidak Benar adanya. Secara kekeluargaan kami panitia dan peserta adalah siswa siswi aktif di SMA Negeri 2 Bitung yang bertemu setiap hari sekolah, hari senin hingga hari Jumat.
Brill juga menambahkah bawah, ada salah satu perserta yang tidak ikut presentasi, peserta tersebut tidak ikut presentasi yang masuk dalam kriteria penilaian, yaitu presentasi KTI,
“Ada salah satu peserta tidak ikut dalam presentasi, namun nilai di item penilaian lainnya tinggi atau dapat menutupi ketidakhadirannya dalam presentasi,” jelasnya.
Lanjutnya, “Terkait jarang hadir dalam kegiatan, saya selaku panitia mengatakan bahwa itu tidak benar,” tutupnya.
Berikut List nilai pertama dan kedua tertinggi pada setiap item penilaian
-Tes Akademik : Julia dan Renata
-Tes Wawancara : Renata, Angelia
-Preview Day : Renata, Meilinzy
-Wawancara Akademik : Meilinzy, Nurul
-Karya Tulis Ilmiah : Nichola, Angelia
-Keaktifan : Julifer, Seoroun
-Talent Show : Angelia, Chinera.
(RoMo)







