Warga Keluhkan Tarif Loss Strom Membengkak, GMPK Minta PLN Tidak Memberatkan Masyarakat

Kotamobagu – Kritik warga Kelurahan Genggulang, Kecamatan Kotamobagu Utara, sesalkan tarif yang dibebani oleh PLN Cabang Kotamobagu untuk loss strom membengkak hingga 1,2 Juta rupiah, untuk pemakaian selama 5 hari.

Warga mengeluhkan tingginya tarif yang diberlakukan tersebut sudah melampaui batas tarif, dari Rp.140,000 – Rp. 170,000 per 7 hari. hingga Rp.200,000., tergantung daya dan lokasi.

Salah satu warga, P.S. Ligatu, mengaku kaget setelah menerima rincian biaya dari pihak PLN UP3 Kotamobagu. Dalam dokumen resmi yang diterimanya, tercatat total pembayaran sebesar Rp1.193.919 dengan daya listrik 5.500 VA dan pemakaian mencapai 550 kWh.

“Padahal ini hanya untuk penerangan sementara saat hajatan pesta. Tapi biayanya cukup besar, hampir setara dengan tagihan listrik rumah selama beberapa bulan,” keluhnya, Rabu (29/10/2025).

Berdasarkan dokumen dari PLN, biaya tersebut terdiri dari tarif pemakaian KWh sebesar Rp1.085.381 dan pajak penerangan jalan (PBJT/PPJ) sebesar Rp108.538. Penerangan sementara ini digunakan selama 22–26 Oktober 2025, dengan jam nyala mencapai 20 jam per hari.

Warga berharap PLN dapat meninjau kembali kebijakan tarif loss strom agar lebih terjangkau bagi masyarakat kecil, terutama bagi mereka yang membutuhkan listrik sementara untuk kegiatan proyek, hajatan, atau acara sosial lainnya.

Wakil Ketua Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Sulut, Resmol Maikel, juga menyayangkan kebijakan PLN yang dinilai memberatkan masyarakat.

“Kami menilai tarif yang ditetapkan PLN ini tidak wajar. Setahu kami, tarif loss strom seharusnya hanya sekitar Rp140 ribu per hari. Jika benar mencapai Rp1,2 juta untuk lima hari, maka ini perlu dikaji ulang karena bisa saja termasuk pungutan yang tidak memiliki dasar hukum,” tegas Resmol.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN UP3 Kotamobagu belum memberikan keterangan resmi terkait perhitungan dan dasar penetapan tarif loss strom tersebut.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *