Bupati Sangihe Canangkan Gerakan Membara Mesuang, Dorong Swasembada Pangan Lokal

Tahuna, BAROMETERSULUT.com— Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe resmi meluncurkan Gerakan Membara Mesuang (Menanam Bersama Rakyat Mendukung Swasembada untuk Ketahanan Pangan) sebagai upaya memperkuat kemandirian pangan di daerah perbatasan tersebut.

Kegiatan pencanangan berlangsung di Kampung Lenganeng, Kecamatan Tabukan Utara, Kamis (11/7), dan dihadiri langsung oleh Bupati Sangihe Michael Thungari.

Bacaan Lainnya

Dalam sambutannya, Thungari menjelaskan, bahwa isu ketahanan pangan tidak hanya menjadi fokus pemerintah pusat dan provinsi, tetapi juga menjadi tanggung jawab seluruh elemen di tingkat kabupaten.

“Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama. Prinsip ‘tanam apa yang dimakan, makan apa yang ditanam’ bukan sekadar slogan, tapi harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Thungari.

Ia mengakui, keterbatasan lahan persawahan di Sangihe menjadi tantangan tersendiri. Namun, potensi sektor hortikultura seperti cabai, tomat, dan aneka sayuran dinilai cukup menjanjikan jika dikelola secara serius.

“Jika ditekuni dengan baik, komoditas hortikultura bisa memberikan nilai ekonomi tinggi. Ini peluang yang harus dimanfaatkan, terutama oleh masyarakat di desa-desa,” jelasnya.

Bupati juga mengapresiasi kinerja Dinas Pertanian yang dinilai konsisten dalam mendukung program-program ketahanan pangan, termasuk melalui evaluasi 100 hari kerja yang telah dilakukan sebelumnya.

Lebih lanjut, Thungari meminta agar program ini tidak hanya menjadi seremoni seremonial, melainkan dijalankan secara konkret dan berkelanjutan. Ia mendorong tiap kecamatan memiliki lahan khusus yang dapat ditanami komoditas strategis untuk kebutuhan lokal.

“Setiap wilayah punya peran dalam menopang swasembada pangan daerah. Ini harus menjadi gerakan bersama, lintas sektor,” kata Thungari.

Gerakan Membara Mesuang, menurut Thungari, tidak hanya menyasar kalangan petani, tetapi juga ASN, pelajar, tokoh masyarakat, hingga ibu rumah tangga. Ia mengajak seluruh warga untuk memanfaatkan pekarangan dan lahan tidur menjadi sumber pangan mandiri.

“Saat ini TNI, Polri, dan komunitas-komunitas juga bergerak menanam. Ini momentum yang harus kita jaga bersama. Jangan jadikan ini sekadar proyek, tapi warisan budaya produktif bagi generasi mendatang,” tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Sangihe, kata Thungari, berkomitmen mendukung penuh gerakan ini dengan pendekatan yang berkelanjutan. Ia juga mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat aktif dalam membangun ketahanan pangan di Tanah Tampungang Lawo.

“Dengan tuntunan dan berkat Tuhan, mari kita wujudkan ketahanan pangan yang adil, mandiri, dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *