Injakkan Kaki di Sulut, Kepala Pusat PPMD Kemendes PDTT Sisir Desa-desa di Minahasa

Manado, BAROMETERSULUT com-Kepala Pusat Pengembangan Masyarakat Desa (PPMD) Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kementrian Desa (Kemendes) PDTT Dr Yusra M.Pd menginjakkan kaki di Sulawesi Utara (Sulut) dalam rangka kunjungan kerja. Tak tanggung-tanggung anak buah Menteri Desa PDTT A Halim Iskandar itu turun langsung ke Desa Tateli 2, Kecamatan Mandolang, Kabupaten Minahasa melihat lebih dekat Badan Usaha Milik Desa (BUMD) Teratai Merah Putih yang mengelola dan memproduksi Abon Ikan, Nugget Ikan, Ikan Bekudan dan Ikan Fufu Sabtu (12/3).

Selain itu, Yusra bersama rombongan juga mengunjungi dan meninjau beberapa desa di Kecamatan Mandolang, Minahasa. Kehadiran Yusra sendiri disambut langsung oleh Camat kecamatan Mandola Reyly Pinasang, SE. Kasi PMD Kecamatan Mandola Kabupaten Minahasa Didi Tumbel, Hukum Tua Tateli 2 Basir Maengkolang dan Koordinator Kabupaten TAPM Kabupaten Minahasa Junita Karel beserta jajaran TAPM Kabupaten Minahasa.

 

Salah satu lokasi yang dikunjungi merupakan badan Usaha yang mengelola dan memproduksi Abon Ikan, Nugget Ikan, Ikan Beku, dan Ikan Fufu. Hal ini dipandu oleh Bapak Muzakir, A.K

Camat Mandolang Reyly Pinasang menyampaikan bahwa Desa ini memiliki banyak Perbedaan di tengah masyarakat, tapi itu dimanfaatkan dengan positif yakni memaksimalkan sinergitas dan saling menjaga satu sama lain. “Kita memiliki satu kampung nelayan yang rencananya akan dilakukan pemanfaatan potensi tersebut.Kecamatan Mandolang memiliki prestasi yakni 11 Desanya berpredikat Mandiri,”kata Camat.

Baca juga:  Sulut United Serahkan Bantuan 3 Unit Motor Sampah untuk Pemkot Manado

Sementara itu, mewakili pengelola Mudzakir, A.K menjelaskan produk yang dihasilkan telah mensuplai beberapa pasar lokal dan menerima pesanan via media sosial. Akun media Sosial yang dimiliki yakni; instagram https://instagram.com/bumdesa_teratai?utm_medium=copy_link.

Kepala Pusat Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Desa Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Kemendes PDTT Yusra mengatakan, bahwa penting untuk dipetakan alur peluang kerja sama yang menguntungkan dan berdampak memgembangkan jangkauan wilayah suplay produk BUMDes ini.
Selain itu, citra BUMDes Teratai Desa Tateli 2 menjadi identitas unggul tersendiri sebagai Desa Mandiri.

“Saya sangat mesupport dan prestasi ini harus terus dikembangkan. Kecamatan di Indonesia sangat langka memiliki prestasi wilayah kecamatan yang desanya 90% Mandiri, Kabupaten, Provinsi, hingga Nasional dan Internasional.

Setelah Desa Tateli 2, Yusra juga mendatangi di lokasi Wisata Desa yang dikelola oleh BUMDes Desa Tateli Weru. Kawasaki wisata tersebut yakni Pantai Bulo. Diketahui pada tahun 2014 mendapat penghargaan oleh Menteri terkait penyaluran BLT DD.
Harapan kami 149 kepala keluarga menjadi nasin sebagai nelayan. Diharap bantuan untuk mewujudkan untuk perlindungan perahu dan dukungan sarana prasarana nelayan.

Baca juga:  Tim KRC Kemenhan Kunjungi Prajurit Penyandang Cacat Kodim 1302 Minahasa

 

Sementara itiu, Direktur BUMDes, Tanjung Mandolang Kabupaten Adi Winarno di wilayah Desa Tapande memiliki wisata yang sedang diusahakan membantu hadirkan wisatawan lebih banyak.
237 kepala keluarga penerima manfaat air bersih dan belum sampai 50% yang merasakan dari Jumlah Penduduk 600 lebih. Ada cita cita untuk memenuhi kebutuhan air beraih warga tersebut dengan pemanfaatan usaha dari BUMDes seperti model perusahaan air PAM di kota.

BUMDes memiliki 2 unit perahu yang difungsikan untuk menangkap ikan. Kedepan, targetnya adalah penambahan jumlah Termasuk Pengadaan perahu yang bisa difungsikan untuk fasilitas wisatawan.

Diujung kegiatan, Kepala Pusat PPMD mengingatkan pemanfaatan media sosial untuk menarik para pelanggan produk BUMDes termasuk promosi kawasan wisata Desa milik BUMDes.
Hal ini dapat disinergikan dengan media sosial Kementerian Desa, PDTT Republik Indonesia.

Diketahui Dr. Yusra juga didampingi Sukoyo, Koordinator Nasional TPP P3MD dan tim Manajemen Nasional melakukan pertemuan dengan tim TA Provinsi Sulawesi Utara, yang dipimpin Koordinator Provinsi, Green Manueke dan TA Kabupaten/Kota se Sulut.(odjie)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *