Kasrem 132/Tadulako Pimpin Upacara Bendera Tujuh Belasan

IMG-20180119-WA0001
IMG-20180119-WA0000
PALU,Barometersulut.com-Kepala Staf Korem (Kasrem) 132/Tadulako Letkol Inf Andrian Susanto bertindak selaku Inspektur Upacara (Irup) pada upacara bendera tujuh belasan, Rabu (17/01/2018) di lapangan upacara Makorem 132/Tadulako, Palu Sulawesi Tengah.

Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 132/Tadulako Kapten Inf Asrar Zees kepada Barometersulut.com mengatakan bahwa upacara yang rutin dilaksanakan setiap tanggal tujuh belas bulan berjalan ini, diawali dengan penaikkan bendera merah putih, pembacaan naskah Pancasila oleh Irup, pembacaan pembukaan UUD 1945, pengucapan Sapta Marga dan pembacaan Panca Prasetia Korpri. “Kegiatan upacara rutin ini dikuti oleh para Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS Jajaran Korem 132/Tadulako.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dalam amanatnya yang dibacakan oleh Kasrem 132/Tadulako Letkol Inf Andrian Susanto antara lain mengatakan agar segenap Prajurit dan PNS agar tetap berpegang teguh pada komitmen netralitas TNI pada tahun 2018 ini yang merupakan tahun politik.

Panglima TNI menegaskan pada tahun 2018 Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 171Daerah meliputi 17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten, hal ini berpotensi menimbulkan konflik dan kerawanan berupa pertikaian horizontal maupun vertical yang dapat menciderai pesta Demokrasi Nasional, bahkan dapat mengoyak Kebhinekaan bangsa kita. “Kondisi dan potensi ancaman ini harus diantisipasi secara dini dan atasi secara tuntas,sebab Pilkada serentak ini tetap berpotensi menimbulkan ancaman.”ujarnya sambil menambahkan kegagalan Pilkada 2018 ini akan berimbas pada Pilpres 2019 mendatang.

Dia menegaskan sesuai dengan kondisi diatas maka seluruh Prajurit TNI dimanapun bertugas untuk selalu tetap berpegang teguh pada Komitmen Netralitas TNI dan menghindari sikap dan prilaku yang menjurus pada politik praktis.”Saya perintahkan agar seluruh prajurit TNI bersikap netral dan melaksanakan tugas pengamanan sesuai dengan prosedur yang berlaku.”tegas Panglima TNI.

Pada akhir sambutannya Panglima TNI menekankan lima hal penting yang harus dipedomani, dipatuhi serta dilaksanakan oleh seluruh prajurit TNI dan PNS TNI di Indonesia yakni :

-Pertama,Kebhinekaan yang kita miliki, harus tetap kita jaga dan kita kawal bersama,sebagai perekat Bangsa Indonesia dalam memperkokoh persatuan dan kesatuan Bangsa.
-Kedua,Jadikan Prajurit TNI sebagai perekat kemajuan Bangsa, karena TNI merupakan garda terdepan dalam menjaga kerukunan,toleransi dan kebhinekaan, sehingga bangsa Indonesia tetap menjadi bangsa yang utuh,kuat dan tangguh.
-Ketiga,Tingkatkan kualitas diri Prajurit TNI untuk mencapai standar kemampuan dan profesionalisme, berjiwa satria,militan,loyal dan profesional sehingga mampu menghadapi berbagai bentuk ancaman nyata ke depan.
-Keempat,Pegang teguh Netralitas TNI dari tingkat atas sampai satuan paling ke depan,dengan tetap menjalin komunikasi yang cerdas,harmonis dan bermartabat dalam rangka efektivitas pencapaian tugas pokok TNI.
-Kelima,Jaga Soliditas TNI dalam sinergitas dengan seluruh komponen bangsa yang telah terjalin selama ini, dengan lebih meningkatkan kerja sama dan kerja bersama yang saling melengkapi dan mendukung,dalam merespon dan menyikapi perkembangan situasi di wilayah.(Nando/Penrem 132/Tdl)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *