BITUNG,Barometersulut.com – Perilaku Lurah Pinangunian berinisial MR menjadi sorotan tajam sejumlah warga. Sang lurah diduga kerap melontarkan kata-kata kasar dan caci maki saat berinteraksi dengan masyarakat, bahkan rumah pribadinya disebut-sebut telah lama dijadikan tempat perjudian kartu remi bersama staf maupun rekan-rekannya.
Informasi ini disampaikan warga kepada beberapa media dengan jaminan kerahasiaan identitas. Menurut salah satu warga, aktivitas judi di kediaman oknum lurah bukan kejadian baru,
“Setahu saya, rumah oknum lurah itu sejak lama sampai saat ini sering dijadikan tempat perjudian. Bahkan pernah diamankan aparat kepolisian, namun prosesnya tidak berlanjut, mungkin hanya diberikan teguran,” ujarnya.
Selain dugaan perjudian, sikap MR dalam pelayanan publik juga dipertanyakan. Warga menilai seorang lurah seharusnya menjadi teladan, bukan justru memberikan contoh buruk melalui makian dan perilaku tidak pantas,
“Bagaimana bisa lurah berperilaku seperti itu? Harusnya memberikan contoh yang baik kepada warganya,” keluh warga tersebut.
Menyikapi hal ini, warga mendesak Wali Kota Bitung untuk turun tangan memeriksa langsung berbagai dugaan tersebut. Mereka meminta klarifikasi tidak hanya kepada Lurah Pinangunian, tetapi juga kepada pihak-pihak yang mengetahui persoalan itu. Warga bahkan berharap jika terbukti ada pelanggaran serius, pemerintah kota tidak ragu mengambil tindakan tegas, termasuk evaluasi jabatan atau pemecatan terhadap aparatur sipil negara yang melakukan tindakan seperti itu.
“Kami berharap Wali Kota Bitung turun tangan. Kalau memang terbukti, copot dari jabatan lurah serta lakukan pemecatan, karena perilaku seperti ini bisa berdampak buruk terhadap warga dan citra pemerintahan,” tegas perwakilan warga.
Di sisi lain, saat dikonfirmasi wartawan via pesan WhatsApp terkait dugaan rumahnya jadi tempat judi dan perlakuan buruk terhadap warga, Lurah Pinangunian MR membantah semua tuduhan tersebut. “Tidak betul,” singkatnya kepada wartawan, Selasa (1/9/2026).
(RoMo)







