Portina Sulut Resmi di Buka,  Gelar Pelatihan Instruktur, Wasit, dan Juri  Dorong Olahraga Tradisional Go International

​MANADO, Barometersulut.com-  Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bekerja sama dengan Pengurus Daerah Persatuan Olahraga Tradisional Indonesia (Portina) Sulawesi Utara menggelar kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Instruktur, Pelatih, Wasit, dan Juri Olahraga Tradisional di Manado hari ini,Selasa (20/10/2026).

Diketahui, ​Kegiatan strategis yang berada di bawah naungan Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) ini dihadiri oleh jajaran pejabat daerah Christian Yokung, Staf Khusus Gubernur bidang Olahraga Sulawesi Utara, ​Dr. Ingrid Giroth, M.Kes., SP.KKLP, Sekretaris Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sulawesi Utara yang hadir mewakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga.
​ Jory R. Lesawengan, A.Pt., M.Tr.A.P., Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm, S.H., M.H., Ketua Portina Sulawesi Utara, Yahya Majid, S.E., Narasumber sekaligus Pengurus Pusat / Wakil Ketua Portina.

Selain itu turut hadir sejumlah tokoh penting, pengurus pusat Portina, serta puluhan peserta dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.

Kegiatan yang di gelar di Ruang Rapat SMK Negeri 3 Manado,dan di buka secara Resmi oleh  Kepala Dinas Kebudayaan Sulawesi Utara Joy R Lasawengan.

​Komitmen Portina Sulut: Selamatkan Generasi Muda dari Ketergantungan Gawai.

​Dalam sambutannya, Ketua Portina Sulawesi Utara, Louis Carl Schramm, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam atas sinergi seluruh pihak, mulai dari narasumber pusat, jajaran dinas terkait, hingga para pegiat dan guru olahraga yang hadir.

​Ia menegaskan pentingnya menjaga warisan budaya lokal agar tidak tergerus oleh perkembangan era digital yang kian masif.

​”Portina hadir untuk melestarikan olahraga tradisional agar anak-anak dan generasi muda kita tidak cuma bergantung pada gawai. Kita tahu gawai memiliki dampak positif dan negatif, sehingga ruang gerak fisik melalui olahraga tradisional ini sangat vital,” tegas Louis.

​Louis menambahkan bahwa pelatihan ini menjadi fondasi penting untuk mencetak instruktur, pelatih, wasit, dan juri yang tersertifikasi secara resmi. Kesiapan perangkat pertandingan ini dinilai krusial untuk melahirkan atlet-atlet daerah yang siap berlaga di tingkat sekolah hingga ajang nasional seperti Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (FORNAS).

​Sinergi Olahraga Tradisional, Budaya, dan UMKM

Adapun, ​kehadiran Portina Sulut mendapat apresiasi tinggi dari Staf Khusus Gubernur Bidang Olahraga Sulawesi Utara, Christian Yokung, yang menyebut inovasi Portina Sulut sebagai langkah terobosan (pilot project).

Kegiatan ini berhasil mengintegrasikan pelestarian olahraga tradisional dengan sektor kebudayaan, pemanfaatan museum, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat (UMKM).

​Sejumlah permainan dan olahraga tradisional khas Minahasa dan daerah Sulut lainnya—seperti hadang (tali tana), lari tempurung (batok), gasing, hingga putar dulu—terus didorong agar memiliki aturan tanding yang baku dan berjenjang hingga dapat berkembang menjadi olahraga prestasi berskala internasional layaknya Pencak Silat.

Melalui pelatihan terstruktur ini, Portina Sulut optimistis olahraga tradisional daerah tidak hanya sekadar menjadi kenangan masa lalu, tetapi mampu menjelma menjadi cabang olahraga rekreasi dan prestasi yang membanggakan Sulawesi Utara di tingkat nasional maupun internasional.(Wandi)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *