Kementerian Ekonomi Kreatif Gelar Aktivasi Desa Kreatif di Manado, Fokuskan Pembangunan Berbasis Komunitas dan Musik

​MANADO, Barometersulut.com- Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) melalui Direktorat Musik menyelenggarakan acara Aktivasi Desa Kreatif: Bincang Kreatif Musik dan Showcase dengan mengusung tema utama “Membangun Desa Kreatif Berbasis Komunitas”.

Acara yang di gelar di pasar Tematik Wisata, di Kelurahan Tongkaina Kecamatan Bunaken Darat   pada Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini bertujuan untuk menggali dan mengoptimalkan potensi musik lokal di Sulawesi Utara serta mendorong kolaborasi lintas sektor.
​
​Direktur Musik Kementerian Ekonomi Kreatif, Dr. Muhammad Amin, S.Sn., M.Sn., M.A., menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari program tiga flexing Kementerian Ekonomi Kreatif. Dalam hal ini, Desa Tongkaina terpilih menjadi salah satu lokasi fokus aktivasi dengan memanfaatkan ruang kreatif publik yang tersedia.

​”Desa Tongkaina menjadi salah satu yang dipilih dengan memanfaatkan tempat-tempat kreatif hub di sini. Pemanfaatan ini sudah sangat tepat karena kita menghadirkan pembicara yang ahli dalam pembangunan community development atau desa kreatif yang berbasis komunitas,” ujar Dr. Muhammad Amin.

​Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting daerah, di antaranya Julises Oehlers, S.A. (Asisten 1 Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Manado)sekaligus membuka kegiatan dan Naomi A. Ruru, S.E., M.Si. (Kabid Pengembangan Industri Dinas Pariwisata Kota Manado) yang mewakili pemerintah kota.

​Selain itu, kegiatan ini menghadirkan para narasumber ahli dan akademisi untuk memperkuat peta jalan (mapping) potensi musik daerah,
​Dr. Henki Bonifasius Tompo, S.Sn., M.Si. (Ketua Program Studi Musik STT International Harvest & Direktur Eksekutif Barpromi). ​Dr. Aprina Murwanti (Co-founder Rumpun Consulting & Dosen Magister Pendidikan Seni UNJ). ​Alan Christian Mosse, S.Sn. (Pelatih Gemas Tangkakala Children Choir).

​Selain sesi bincang kreatif, acara ini juga menampilkan dua sesi showcase untuk memberikan ruang dan kesempatan tampil bagi talenta-talenta lokal di Manado.

Pihak Kemenekraf menekankan bahwa kunci utama dalam pengembangan desa kreatif adalah kolaborasi—di mana komunitas, asosiasi, lembaga keuangan, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah harus bergerak bersama.

​Melalui kegiatan ini, diharapkan para pelaku ekraf di daerah dapat memperoleh aspirasi serta wawasan baru mengenai contoh-contoh desa kreatif berbasis komunitas yang sukses, sehingga mampu memperluas jejaring kerja sama tidak hanya antar-daerah, tetapi juga lintas genre musik.(Wandi)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *