TAHUNA, BAROMETERSULUT.com— Festival Seni Budaya Pelka Bapak Sinode GMIST Tahun 2026 resmi digelar di Jemaat Imanuel Petta, Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari.
Festival diawali dengan lomba paduan suara yang diikuti sembilan tim. Namun, bagi Bupati Thungari, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang menunjukkan kemampuan bernyanyi maupun teknik vokal.
Ia mengatakan, festival yang telah berlangsung selama beberapa tahun itu harus dimaknai sebagai bagian dari pelayanan dan ungkapan pujian kepada Tuhan.
“Untuk itu kami berpesan kepada seluruh peserta lomba, bukan hanya bernyanyi atau menunjukkan teknik vokal, tetapi bagaimana bernyanyi dengan sungguh-sungguh dari hati, memuji Tuhan, sehingga kegiatan ini akan menjadi bagian dari iman dan tujuan akhirnya memuliakan Tuhan,” kata Thungari.
Bupati juga berharap Festival Seni Budaya Pelka Bapak Sinode GMIST dapat menjadi berkat bagi seluruh peserta, jemaat, panitia maupun masyarakat yang terlibat dalam kegiatan tersebut.
Ia turut menyampaikan apresiasi kepada panitia yang telah mempersiapkan seluruh rangkaian kegiatan dengan baik. Kepada dewan juri, Thungari mengingatkan pentingnya menjaga objektivitas dalam melakukan penilaian.
“Untuk para juri, dapat menilai dengan baik dan benar, tidak ada titipan,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pelka Bapak Sinode GMIST, Jabes Ezar Gaghana, mengatakan pelaksanaan festival tahun ini patut disyukuri karena dapat terlaksana melalui komitmen dan kebersamaan seluruh pihak.
Menurutnya, Resor Tabukan Utara melalui Jemaat Imanuel Petta menjadi tuan rumah festival tahun ini setelah rencana pelaksanaan di Siau Timur pada tahun sebelumnya tidak dapat terlaksana karena sejumlah kondisi.
Gaghana menuturkan, sejak pelaksanaan festival dimulai pada 2007, seluruh pihak terus berupaya menjaga integritas, tanggung jawab dan solidaritas dalam setiap pelaksanaan kegiatan.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah menjaga independensi dewan juri agar tidak terpengaruh oleh berbagai kepentingan maupun “titipan” dalam penilaian.
“Semenjak masuk dalam struktur pengurus Pelka Bapak, saya menegaskan tidak ada pesan yang mementingkan pengurus terhadap tim paduan suara atau lomba lainnya yang didukung oleh pengurus maupun panitia,” ujarnya.
Festival Seni Budaya Pelka Bapak Sinode GMIST 2026 sekaligus menjadi momentum khusus bagi Gaghana. Pasalnya, kegiatan tersebut merupakan festival terakhir dalam masa pelayanannya sebagai Ketua Pelka Bapak Sinode GMIST periode 2021–2026.
Setelah periode kepengurusannya berakhir, akan dilakukan proses pemilihan Ketua Pelka Bapak Sinode GMIST yang baru untuk melanjutkan pelayanan dan agenda organisasi ke depan.
Festival Pelka Bapak Sinode GMIST 2026 Digelar di Petta, Bupati Sangihe Tekankan Makna Pujian dan Integritas







