Andi Silangen Bersama Jajaran DPRD Sulut Ikuti Ibadah Rutin, Pdt. Tedy Batasina Ingatkan Etos Kerja dan Kemandirian

​MANADO, Barometersulut.com- Mengawali agenda kerja pekan ini, pimpinan dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) menggelar ibadah rutin bersama di Ruang Paripurna, Senin (6/7/2026). Selain jajaran wakil rakyat, ibadah ini juga diikuti oleh aparatur sipil negara (ASN) sekretariat dewan serta forum wartawan DPRD Sulut.

​Pantauan di lokasi, hadir langsung Ketua DPRD Sulut Andi Silangen, didampingi sejumlah legislator seperti Royke Anter, Jeane Laluyan, Julieta Runtuwene, Royke Roring, dan Louis Schramm.

​Ibadah yang berlangsung khidmat tersebut dipimpin oleh Pdt. Tedius K. Batasina, M.Th. Dalam khotbahnya yang bersumber dari kitab Yohanes 5:1-18, Pdt. Tedy mengupas tuntas kisah penyembuhan di Kolam Bethesda. Ia menyoroti bagaimana kehadiran Yesus mampu mendobrak batasan cara pandang manusia pada masa itu mengenai mukjizat dan belas kasih.

​Pdt. Tedy menjelaskan, selama ini orang-orang sakit di sekitar Kolam Bethesda terjebak dalam mitos ketergantungan. Mereka meyakini bahwa kesembuhan hanya bisa didapatkan jika mereka menjadi yang tercepat masuk ke kolam saat airnya bergejolak.

​”Selama ini, tidak ada alternatif lain bagi mereka selain menunggu air itu bergerak. Muncul ketergantungan yang sangat kuat terhadap momentum guncangan air tersebut,” ujar Pdt. Tedy.

​Namun, paradigma itu dipatahkan ketika Yesus menjumpai seorang pria yang telah lumpuh selama 38 tahun. Dengan keterbatasan fisiknya, pria tersebut mustahil bisa berebut untuk masuk ke kolam terlebih dahulu. Melalui pertanyaan, “Maukah engkau sembuh?”, Yesus menawarkan kepastian di tengah keputusasaan.

​Pdt. Tedy juga memuji konsistensi dan keteguhan hati pria lumpuh tersebut yang mampu bertahan puluhan tahun tanpa kehilangan harapan. Bahkan, pengakuan imannya tersirat saat ia memanggil Yesus dengan sebutan “Tuhan”, meskipun saat itu ia belum menyadari sepenuhnya bahwa sosok di hadapannya adalah Sang Mesias. Mukjizat pun terjadi bukan melalui media kolam, melainkan lewat kalimat perintah:

“Bangunlah, angkatlah tilammu dan berjalanlah.”
​Lebih lanjut, makna kata “berjalan” dalam konteks kekinian diartikan sebagai dorongan untuk terus bergerak, produktif, dan menunjukkan progres dalam rutinitas kerja. Pesan spiritual ini dinilai sangat relevan bagi seluruh elemen di DPRD Sulut mulai dari pimpinan, legislator, staf sekretariat, hingga jurnalis untuk bangkit dan mengoptimalkan pengabdian serta pelayanan kepada masyarakat.

​Di akhir khotbahnya, Pdt. Tedy mengingatkan agar jemaat tidak menggantungkan hidupnya pada jabatan, posisi, atau tempat kerja semata. Landasan utama tempat bersandar yang paling kokoh, menurutnya, hanyalah Tuhan.
​”Musim dalam kehidupan bisa saja berubah, tetapi etos kerja dan komitmen pelayanan kita harus tetap konsisten.

Perjumpaan dengan Tuhan senantiasa mendatangkan pemulihan dan jalan keluar yang terbaik,” tegasnya.

​Rangkaian ibadah rutin ini ditutup dengan penyampaian terima kasih dari Ketua DPRD Sulut, Andi Silangen, kepada khadim Pdt. Tedy Batasina serta seluruh peserta ibadah yang hadir. Andi berharap refleksi firman Tuhan ini menjadi berkat dan kekuatan bagi seluruh jajaran DPRD Sulut dalam menjalankan tugas-tugas kedewanan ke depan.(Wandi)

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *