MANADO, Barometersulut.com- Digitalisasi sistem pembayaran di Sulawesi Utara terus menunjukkan akselerasi signifikan. Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara mencatat lebih dari 95.000 transaksi QRIS yang dihasilkan dari sinergi penyelenggaraan Putera Puteri Sulut 2026 dan Hijrah Sulut Fest 2026. Rabu (18/03).
Angka tersebut mencerminkan semakin luasnya adopsi pembayaran digital dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Dalam ajang Putera Puteri Sulut 2026, tercatat sebanyak 76.044 transaksi QRIS melalui mekanisme voting kategori BI Favorit yang berlangsung pada 1 hingga 13 Maret 2026.
Tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan antusiasme terhadap penggunaan metode pembayaran digital. Selain itu, peran generasi muda juga terlihat melalui kontribusi para finalis yang aktif membuat konten edukasi terkait program Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, QRIS, serta pelindungan konsumen.
Konten-konten tersebut berhasil menjangkau lebih dari 180.000 views di Instagram, sehingga edukasi keuangan menjadi lebih mudah dipahami masyarakat.
Sementara itu, di kawasan Megamas, kegiatan Wisata Kuliner Ramadan (WKR) menghadirkan puluhan tenant UMKM yang melayani transaksi non-tunai. Pengunjung cukup memindai QRIS untuk mendapatkan voucher yang dapat ditukarkan dengan produk kuliner. Program unggulan bertajuk Hijaukan Ramadan Berkah (HIKMAH) juga turut menarik perhatian.
Dalam program ini, pengunjung dapat menukarkan botol plastik bekas dengan voucher belanja makanan secara gratis. Rangkaian kegiatan dalam Hijrah Sulut Fest 2026 yang juga digelar di Kotamobagu dan Bitung ini secara keseluruhan mencatat sekitar 19.000 transaksi QRIS, sekaligus membuka peluang peningkatan omzet bagi pelaku UMKM lokal.
Kepala Tim Sistem Pembayaran dan Pengelolaan Uang Rupiah BI Sulut, Ircham Andrianto Taufick, mengungkapkan bahwa tren digitalisasi di daerah ini terus tumbuh pesat.
“Pada periode Januari hingga Februari 2026, transaksi QRIS di Sulawesi Utara mencapai 9,67 juta transaksi dengan nilai Rp1,11 triliun, meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan Bank Indonesia dalam berbagai event merupakan strategi efektif untuk memperluas akseptasi QRIS sekaligus mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju transaksi non-tunai.
Menurutnya, digitalisasi pembayaran kini semakin membumi, mulai dari panggung kreativitas generasi muda hingga aktivitas ekonomi UMKM.(*/nadam)






