Tahuna, BAROMETERSULUT.com– Wakil Bupati Kepulauan Sangihe, Tendris Bulahari, menghadiri High Level Meeting (HLM) gabungan tim strategis ekonomi se-Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Manado, Senin (23/2/2026).
Pertemuan tersebut mempertemukan sejumlah forum penting, yakni Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), Tim Percepatan Ekonomi Daerah (TP2ED), Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), serta Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS).
HLM ini difokuskan pada penguatan sinergi pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan serta percepatan digitalisasi transaksi keuangan di daerah guna mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Dalam forum tersebut, Tendris Bulahari menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk mengoptimalkan peran TPAKD, khususnya dalam memperluas akses pembiayaan bagi petani, nelayan, dan pelaku UMKM di wilayah kepulauan.
Menurutnya, sebagai daerah perbatasan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan potensi kelautan yang besar, Kabupaten Kepulauan Sangihe menempatkan sektor perikanan sebagai prioritas pembangunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2025–2029.
“Target produksi perikanan tangkap kami diproyeksikan mencapai lebih dari 21.000 ton per tahun. Komoditas unggulan meliputi tuna, cakalang, pelagis/malalugis, serta produk olahan tradisional berbasis hasil laut. Tantangan utama bukan pada potensi, melainkan pada akses pembiayaan, kelembagaan usaha, dan hilirisasi,” ujar Bulahari.
Ia menjelaskan, pada 2026 TPAKD Kabupaten Kepulauan Sangihe akan diarahkan pada transformasi pembiayaan berbasis klaster ekonomi pesisir, menggantikan pola pembiayaan individual yang selama ini dinilai terfragmentasi.
“Strategi ini bertujuan memperkuat ekosistem usaha perikanan dari hulu ke hilir, sehingga pelaku usaha memiliki akses permodalan yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan,” tambahnya.
Kehadiran Wabup Tendris Bulahari dalam forum tersebut menjadi bagian dari langkah strategis satu tahun kepemimpinannya bersama Bupati Michael Thungari dalam mendorong digitalisasi layanan publik, memperkuat akses keuangan daerah, serta menjaga stabilitas harga guna mempertahankan daya beli masyarakat Sangihe.







