Tahuna, BAROMETERSULUT.com– Pelantikan 16 pejabat administrator, pengawas, dan fungsional di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kamis (29/1/2026), dimanfaatkan Bupati Michael Thungari sebagai momentum penegasan arah baru birokrasi daerah.
Alih-alih sekadar seremoni jabatan, Thungari menegaskan bahwa pelantikan merupakan bagian dari amanah besar reformasi birokrasi yang tertuang dalam misi Sapta Membara.
Ia menekankan bahwa perubahan birokrasi harus dimulai dari pola pikir dan etos kerja aparatur.
“Jabatan bukan hadiah dan bukan simbol kedudukan. Ini adalah tanggung jawab untuk mengubah cara berpikir, cara bekerja, dan cara melayani masyarakat,” tegas Thungari saat memimpin pelantikan di ruang serbaguna rumah jabatan Bupati.
Menurutnya, birokrasi modern tidak lagi boleh terjebak pada rutinitas administratif dan prosedural semata. Aparatur dituntut adaptif, profesional, serta berorientasi pada kebutuhan dan kepuasan masyarakat.
Bupati termuda di Sangihe itu juga menyoroti pentingnya kepemimpinan yang mampu menciptakan lingkungan kerja sehat dan kolaboratif. Ia menyebut jabatan sebagai “seni menggerakkan energi positif” untuk membangun kepercayaan dan menyatukan semangat kerja di setiap unit pemerintahan.
“Kepemimpinan lahir dari integritas, kedisiplinan, kecerdasan, serta kemampuan mendengar dan memahami,” ujarnya.
Lebih jauh, Thungari menegaskan bahwa pelayanan publik yang berkualitas tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan teknis. Kepekaan moral, empati, dan kemauan bekerja melampaui kewajiban formal menjadi kunci menghadirkan pemerintah yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Masyarakat menunggu kehadiran aparatur sebagai solusi, bukan sebagai beban. Kita adalah pelayan, bukan untuk dilayani,” tutupnya.
Bupati Michael Thungari Tekankan Perubahan Mental Aparatur Saat Pelantikan 16 Pejabat







