Thungari: Cegah Stunting Harus Dimulai Sejak dalam Kandungan

Tahuna, BAROMETERSULUT.com— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe terus memperkuat komitmen dalam upaya menekan angka stunting. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah membentuk Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S) tahun 2025 yang diketuai langsung oleh Wakil Bupati Tendris Bulahari.

Pembentukan tim tersebut digelar di Rumah Jabatan Bupati Sangihe baru-baru ini, dan turut dihadiri Bupati Michael Thungari.

Bacaan Lainnya

Thungari menggarisbawahi pentingnya pencegahan stunting sejak masa kehamilan.

Ia mengutip arahan Menteri Kesehatan RI, bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak 9 bulan masa kandungan, bukan setelah bayi lahir. Salah satu faktor krusial yang disorot adalah kondisi anemia pada ibu hamil.

“Ibu hamil tidak boleh anemia. Jika tekanan darahnya rendah, harus segera diberikan vitamin penambah darah. Karena sebagian besar kasus stunting terjadi pada anak yang ibunya mengalami anemia selama kehamilan,” ujar Thungari.

Tak hanya itu, Thungari juga menekankan pentingnya intervensi gizi pada bayi dalam enam bulan pertama setelah kelahiran. Menurutnya, asupan protein hewani sangat menentukan tumbuh kembang anak.

“Jika dalam enam bulan pertama berat badan bayi tidak mengalami peningkatan, harus segera diberikan tambahan protein hewani, seperti telur, ikan, daging ayam, maupun daging sapi. Jangan sampai anak kekurangan protein pada masa-masa krusial tersebut,” tegasnya.

Melalui pembentukan TP3S dan edukasi berkelanjutan kepada masyarakat, Pemkab Sangihe berharap upaya menekan angka stunting bisa lebih terarah dan berdampak langsung bagi generasi masa depan di wilayah perbatasan tersebut.

Yuk! baca berita menarik lainnya dari BAROMETER SULU di GOOGLE NEWS dan Saluran WHATSAPP

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *