Komitmen JGKWL”Cegah Korupsi” di Apresiasi Positif KPK,Minut Peringkat 2 di Sulut Implementasikan Program Anti Rasuah

Minut,BAROMETERSULUT.com- Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) di bawah kepemimpinan Bupati Joune Ganda, SE.MAP, MM,MSi dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung, SH.MH (JGKWL) terus membuktikan komitmen dan upaya pencegahan penyelewangan keuangan negara.

Diketahui, sejak memimpin Kabupaten Minut tahun 2020 silam, yakni Tahun pertama pemerintahannya,dipastikan JGKWL berhadapan dengan persoalan pelik terkait keuangan daerah.

Beberapa peninggalan hutang Pemkab Minut, di antaranya pembayaran 3 bulan penghasilan tetap (Siltap) perangkat desa, upah tenaga honor, Dana Desa Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah ke Desa, Tuntutan Ganti Rugi (TGR) sekitar Rp61 miliar dana penanganan Covid-19, hutang iuran di BPJS Kesehatan Manado sebesar Rp4,5 miliar dan sejumlah hutang lainnya.

Dalam proses tersebut, Bupati Joune Ganda mampu membuktikan kerja kerasnya dalam menyelesaikan persoalan keuangan Pemkab Minut, yang akhirnya berbuah manis dengan meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI perwakilan Sulawesi Utara, untuk 3 tahun berturut-turut yakni 2021 hingga 2023.

Terbaru, tidak berhenti disini atas perolehan Heatrick WTP Bupati Joune Ganda menindaklanjuti dengan terus mewanti-wanti seluruh jajaran agar tidak main-main dengan pengelolaan keuangan negara dari pos anggaran manapun.

Baca juga:  Ganip Optimis Bakal Pererat Kerjasama Bidang Militer

Alhasil, kerja keras dan kesungguhan Bupati Joune Ganda untuk” Bersih-bersih” dan ” Sapu bersih” segala bentuk korupsi akhirnya diapresiasi dan membuahkan hasil yang nyata dan fakta.

” Saat ini sesuai data KPK Pemkab Minut berada posisi teratas kedua di Sulut setelah Kabupaten Bolmong terkait upaya komitmen Pemkab Minut untuk pelaksaan anti korupsi” ujar Bupati Joune Ganda kepada media ini, Rabu(13/9).

Dia mengatakan, dengan meraih point indeks sebesar 58 atau peringkat ke- 60 Pemkot dan Pemkab se-Indonesia ( baca tabel,red) dan berada pada peringkat kedua se-Sulut (Kabupaten Bolmong peringkat 24 dan Indeks 64) setidaknya telah terjadi lompatan dan kemajuan yang sangat signifikan dibanding awal kami menjabat Bupati.

” Puji Tuhan, capaian yang signifikan ini menunjukkan saat ini Minut mulai berada pada zona aman dan positif dalam hal pencegahan korupsi yang beberapa waktu lalu sangat memiriskan.Dengan posisi berada pada peringkat 60 Pemkab dan Pemkot se-indonesia dan posisi kedua se-Sulut, ini satu bukti komitmen kami untuk cegah dan bersihkan Minut dari korupsi.” tandas ketua bidang Politik dan Keamanan Apkasi itu sambil berharap agar seluruh jajaran Pemkab Minut terus membangun komitmen bersama menjalankan program anti Korupsi disegala sektor pengelolaan keuangan negara.

Baca juga:  Sejumlah Pati Bintang Tiga Berpeluang Gantikan Jenderal Andika Perkasa

Secara terpisah, Kepala Inspektur Minut Steven Tuwaidan ketika dikonfirmasi membenarkan terkait data capaian indeks program anti korupsi.

Steven Tuwaidan menjelaskan saat ini ada 8 area intervensi yang dimintakan dokumennya yakni meliputi, Perencanaan dan Penganggaran APBD, Pengadaan Barang dan Jasa, Perizinan (Pelayanan Terpadu Satu Pintu), Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Manajemen ASN, Optimalisasi Pajak Daerah, Manajemen Aset Daerah dan Tata Kelola Dana Desa.

Dia menambahkan, Sejak awal memimpin Minut Bupati dan Wakil Bupati sangat serius dan konsen memperbaiki performa pengelolaan dan kondisi keuangan yang saat itu sangat buruk menjadi lebih baik seperti saat ini.

” Progres ini adalah satu kemajuan di bahwa Kepemimpinan JGKWL terkait dengan Komitmen pelaksanaan program Anti Korupsi”tandas Tuwaidan sambil berharap gerak cepat dan upaya JGKWL untuk perbaikan pengeloaan keuangan daerah serta gerakan anti korupsi didukung sepenuhnya seluruh jajaran Pemkab Minut.( Nadam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *