MANADO,Barometersulut.com-Upaya pemerintah kota Manado melalui PD Pasar Manado menata kondisi pasar tradisional terus dilakukan meski mendapat tanggapan beragama dari pedagang dan komponen yang terkait dalam operasional pasar tersebut.Hal tersebut terlihat pada Jumat (7/7/2017) proses penataan para pedang oleh personil PD Pasar yang berjalan alot dan nyaris ricuh.
Direktur Umum PD Pasar Hendra Soenardji kepada wartawan yang memimpin langsung pemindahan pedagang yang membentuk”Kelompok 14″ itu mengatakan bahwa kebijakkan memindahkan pedagang yang menempati 14 lapak tersebut bukan tanpa alasan dan solusi kepada para pedagang.
Dia menjelaskan,adapun alasan pemindahan para pedagang tersebut karena sejumlah alasan yang penting antara lain faktor keamanan akibat kondisi lapak yang sudah tidak layak dan secara administrasi para pedagang hanya terkait kontrak sampai tahun 2016,sementara solusi yang diberikan para pedagang akan dipindahkan ke hanggar yang baru selesai dibangun dengan fasilitas yang memadai.”Ini bukan pembongkaran atau penggusuran namun ini upaya penertiban dan pemindahan pedagang ketempat yang lebih layak dan fasilitas yang memadai.”ungkapnya sambil menambahkan kebijakkan untuk memindahkan para pedagang dan penataan lapak ini telah melalui tahapan dan sosialisasi yang berulang-ulang.

Hendra menegaskan adanya rumor yang berkembang bahwa Walikota telah melarang penertiban dan pemindahan para pedagang dipasar bersehati itu tidak benar,sebab katanya kebijakkan penataan pasar ini sepenuhnya telah di koordinasikan dan dilaporkan kepada Walikota.”Kebijakkan penataan pasar tradisional khususnya dikota Manado mendapat dukungan penuh dari Walikota sepanjang dilakukan atas asas kebutuhan dan sesuai aturan yang berlaku.”tandasnya sambil menegaskan agar pedagang memahami kebijakkan pemerintah Kota Manado dalam menata pasar bersehati menjadi lebih baik dan profesional.
Meskipun berjalan alot karena mendapat tantangan dari para pedagang,namun upaya pemindahan pedagang tersebut akhirnya terlaksana dengan baik.
Adapun alasan para pedagang “Kelompok 14” itu untuk tidak mau dipindahkan karena di hanggar baru kondisi pembeli yang kurang.(Regina TS)







