MINUT, Barometersulut.com– Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara dan Penyuluh Anti Korupsi (PAKSI) Sulawesi Utara menjalin kerjasama pencegahan dan sosialisasi anti korupsi.
Penandatanganan Memori of understanding (MoU) tersebut oleh Bupati Minahasa Utara (Minut), Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si dengan Ketua PAKSI Sulut Dr. Magdalena Wullur, S.E., M.M., M.A.P., CMILT, AIFO, Jumat (16/10/2026) di altrium kantor Bupati.
Dalam sambutannya, Joune Ganda menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk meningkatkan pemahaman aparatur pemerintah mengenai berbagai bentuk tindak pidana korupsi, termasuk praktik yang tidak selalu terlihat secara langsung.
Ia menyinggung operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Bupati Klaten yang menjadi perhatian publik.
Menurutnya, peristiwa semacam itu harus menjadi pengingat bagi seluruh penyelenggara pemerintahan agar lebih memahami batas-batas kewenangan dan menghindari tindakan yang berpotensi melanggar hukum.
Katanya, kasus korupsi yang terjadi dinegara itu, selain soal moral hal itu juga karena faktor ketidaktahuan dan minim pamahaman tentang korupsi di kalangan pejabat daerah ini.
“Melalui sosialisasi antikorupsi ini, kita harus benar-benar memahami pemaknaan korupsi itu sendiri,” ujar Bupati Joune.
Joune kemudian mengungkapkan kegelisahannya terhadap informasi mengenai dugaan permintaan uang untuk mempertahankan atau memperoleh jabatan kepala sekolah.
Ia mengaku telah membuka ruang bagi para kepala sekolah untuk menyampaikan laporan secara langsung, termasuk menjamin kerahasiaan identitas pelapor. Namun, hingga kini, menurut dia, belum ada laporan resmi yang diterimanya terkait informasi tersebut.
Ia meminta Inspektorat melakukan penelusuran terhadap kabar yang beredar. Akan tetapi, proses tersebut menghadapi kendala karena belum ada pihak yang bersedia memberikan keterangan secara terbuka.
“Penyuluhan ini harus memberikan jalan terang bagi kita, mana yang boleh dan mana yang tidak boleh, supaya kita melangkah tanpa keragu-raguan dan tidak melakukan kesalahan,” katanya.
Joune menambahkan, penandatanganan kesepakatan bersama tersebut merupakan langkah awal untuk membangun pemahaman antikorupsi yang lebih kuat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
” Saya berharap kerja sama tersebut dapat menjadi pedoman bagi aparatur dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab, sekaligus memperkuat komitmen menghadirkan pemerintahan yang bersih, tertib, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.” tukas Bupati Minut yang juga Sekjen Apkasi tersebut.
Sementara itu,ketua PAKSI Sulut Magdalena Wulur menegaskan kehadiran PAKSI yang telah memasuki usia 10 tahun tersebut, telah banyak berkontribusi kepada pemerintah daerah, termasuk kabupaten Minahasa Utara dan kabupaten lainnya di Sulut.
” Dalam menjadi mitra Pemkab Minut dalam kaitan pencegahan korupsi ini, pada intinya mengingatkan tata kelolah pemerintah yang bersih dan bertanggung jawab serta tanpa korupsi” katanya.
Magdalena menambahkan, tujuan utama kerjasama ini juga menjaga dan mewujudkan penyelenggara keuangan yang berintegritas tinggi.
Masalah korupsi ada bukan semata-mata unsur kesengajaan akan tetapi soal lingkungan dan tata kelolah keuangan daerah yang salah mulai dari perencanaan pelaksanaan program kerja.
” Wujud kemitraan kami dengan pemkab Minut ini dalam bentuk preventif, edukasi dan sosialisasi tentang cara aman dan benar dalam tata kelolah keuangan daerah yang zero korupsi” tukasnya.
Untuk itu, tindak lanjut dari MoU ini, secara otomatis PAKSI akan memonitor dan memberikan pendampingan kepada pemerintah Kabupaten sesuai dengan kewenangan yang ada.
” Pak Joune Ganda merupakan sosok kepala Daerah di Sulut yang sangat merespon positif keberadaan PAKSI, kami sangat mengapresiasi keterbukaan dan komitmennya dalam mewujudkan tata kelolah pemerintahan yang akuntabel, transparans dan membuka ruang yang besar untuk pendampingan dari PAKSI” tandas ASN perempuan pengiat korupsi pertama di Sulawesi Utara.
Kegiatan penandatangan kerjasama yang dilanjutkan dengan sosialisasi anti korupsi ini dihadiri oleh Sekda Minut, Kepala Inspektorat serta seluruh kepala dinas, badan dan bagian dalam jajaran Pemkab Minut.(nando adam)







