MANADO, Barometersulut.com-
Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara, Hi. Amir Liputo, SH, menggelar kegiatan Reses Masa Persidangan ketiga Tahun 2026 di lokasi pascakebakaran, Kelurahan Wanea Kecamatan Wanea Kota Manado,(4/8).
Kegiatan reses di laksanakan di Mesjid Al’Amin kelurahan Wanea Lingkungan satu yg di hadiri oleh Lurah Michael Handoyo SE. ini dirangkaikan dengan penyaluran bantuan sembako dan logistik bagi para korban bencana.
Dalam aksi sosial ini, Amir Liputo menggandeng berbagai pihak, mulai dari Kerukunan Keluarga Indonesia Gorontalo (KKIG), Majelis Taklim Masjid Al-Ikhwan Sospol, KWI, hingga Badan Takmir Masjid setempat.
Bantuan yang diserahkan secara simbolis meliputi paket sembako lengkap (beras, telur, minyak goreng, gula, mie instan), perlengkapan mandi dan kebersihan, hingga kebutuhan konsumsi makan siang dan makan malam bagi para korban terdampak.
”Reses ini adalah momen anggota dewan hadir langsung di tengah masyarakat untuk mendengarkan keluh kesah. Karena ada musibah, kita hadir tidak hanya membawa catatan aspirasi, tetapi juga bantuan nyata untuk meringankan beban bapak dan ibu sekalian,” ujar Amir Liputo di hadapan warga
Dalam sesi dialog, warga korban kebakaran menyampaikan sejumlah keluhan mendasar, salah satunya terkait kekurangan fasilitas memasak seperti kompor gas, regulator, dan tabung LPG untuk 10 Kepala Keluarga (KK) yang belum menerima bantuan serupa.
Menanggapi hal tersebut, Amir Liputo menginstruksikan timnya untuk mendata kekurangan tersebut dan berjanji akan segera mengupayakan pengadaannya.
Tak hanya bantuan jangka pendek, politisi senior PKS ini juga berkomitmen mengawal program jangka panjang bagi 25 KK terdampak kebakaran. Pihaknya akan mendorong Dinas Sosial dan instansi terkait agar para korban bisa diusulkan mendapat bantuan program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau akses hunian yang layak.
”Data 25 KK ini akan kami bawa dan perjuangkan di tingkat provinsi dan dinas terkait. Kita usahakan agar warga bisa mendapatkan program bantuan pembangunan rumah RTLH, selama lahan atau tanahnya tersedia,” tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Komisi III DPRD Sulut ini juga memberikan edukasi penting mengenai tata kelola data kependudukan dan bantuan sosial. Beliau mengingatkan warga agar jujur saat pengisian data sensus sosial (Sensus Ekonomi/Regsosek) dan tidak meminjamkan KTP untuk pinjaman online (pinjol) maupun kredit barang atas nama orang lain.
Hal tersebut sering menjadi pemicu bergesernya status desil kependudukan yang menyebabkan terhentinya bantuan sosial maupun kepesertaan BPJS Kesehatan PBI (gratis).
Kegiatan reses dan penyerahan bantuan ini ditutup dengan penyerahan bantuan secara tertib per Kepala Keluarga serta doa bersama untuk pemulihan para korban musibah kebakaran di Manado dan sekitarnya.(wandi)







