Email: info@example.com | Phone: 0181 1234 567

Barometer
0

Kadispenad Ajak Mitra Pers “Berjibaku” Berantas HOAX

Written by Redaksi Barometer Sulut  •  Selasa, 07.11.2017, 13:51
40 Views
20171031_104424

IMG-20171108-WA0001
IMG-20171108-WA0002
JAKARTA,Barometersulut.com-Dalam rangka menangkal berita bohong “HOAX”khususnya menyangkut eksistensi TNI Angkatan Darat, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad ) Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh meminta agar seluruh komponen bangsa terkait “berjibaku” melawan berita bohong tersebut.

Penegasan ini disampaikan Kadispenad Brigjen TNI Alfret Denny Tuejeh kepada Barometersulut.com akhir pekan lalu di ruang kerjanya.

Tuejeh sapaan akrabnya, mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi disatu sisi mendorong dan menjadi satu kebutuhan penting saat ini, namun disisi lain berdampak negatif dalam bentuk pemanfaatannya tidak tepat sasaran bahkan melanggar aturan yang berlaku.

Dia menegaskan,khusus dalam jajaran TNI Angkatan Darat upaya meminimalisir hal tersebut dilakukan secara berjenjang dari tingkat satuan terendah, dengan cara memaksimalkan kinerja personil penerangan ditingkat Korem dan Kodam antara lain melalui cara menjaga dan meningkatkan kemitraan dengan seluruh komponen terkait termasuk insan pers sesuai dengan kreativitas serta kemampuan yang ada.”Kemitraan Insan Pers dan personil penerangan di daerah merupakan garda terdepan dalam menekan bahkan menghapus Informasi yang terkesan tidak benar dan cenderung provokatif “ungkap perwira asal Kabupaten Minahasa itu sambil menegaskan agar personil penerangan dalam jajaran TNI angkatan darat dapat memaksimalkan kinerja dengan kreativitas dan inovasi tanpa berpatokan pada budget anggaran operasional yang disiapkan oleh komando atas.

Terlepas dari hal tersebut diatas kata dia,agar seluruh jajaran penerangan TNI AD di daerah juga dapat lebih respek terhadap seluruh informasi yang mengglobal termasuk pemanfaatan media sosial baik oleh prajurit secara internal maupun akun milik publik lainnya. Sebab itu kata Tuejeh, saat ini sejumlah akun media sosial khususnya Facebook telah menjadi media paling strategis, cepat,murah dan mengglobal penggunanya itu telah menjadi sebagai media komunikasi dan publikasi hal yang positif dan negatif termasuk didalam penyebaran kebencian, SARA , faham radikalisme serta penyebaran fitnah dan HOAX terhadap pejabat dan lembaga negara. “Akun media sosial juga merupakan media efektif dalam penyebaran informasi yang bersifat edukatif,namun pemanfaatannya perlu lebih selektif khususnya yang menyangkut lembaga TNI.”tutur Alumni AKMIL 1988 itu sembari menegaskan tidak ada larangan bagi keluarga besar TNI AD untuk memanfaatkan media sosial namun yang diperingatkan oleh komando atas agar dimanfaatkan secara bijak dan benar.

Tuejeh menjelaskan Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Dispenad) dalam menjalankan tugas sebagai salah satu institusi di jajaran TNI AD adalah menyampaikan informasi secara benar dan profesional tentang hal ikhwal TNI AD sebagai kekuatan pertahanan negara Matra Darat kepada masyarakat, serta memberikan tanggapan yang simpatik manakala ada suatu informasi yang dianggap dapat merugikan citra positif TNI AD.Selain itu sebagai institusi yang sekaligus “Agen Informasi”, bertugas mengolah informasi, menyampaikan informasi baik untuk pihak internal maupun eksternal dan semua itu ditujukkan dalam rangka mendukung tugas pokok TNI Angkatan Darat.

Untuk itu kata Tuejeh, sebagai prajurit yang ditempatkan pada tugas dan jabatan personil penerangan,menghadapi tugas yang cukup besar dan kompleks serta relatif flexibel,yakni mampu mengelolah data dari lapangan menjadi satu kemasan laporan yang ringkas dan aktual,cepat dan mampu menjaring serta mencermati berbagai fenomena dilapangan yang berpotensi atau berkaitan dengan eksistensi dan tupoksi TNI baik secara langsung maupun tidak langsung.”Pada prinsipnya personil penerangan harus mampu menjalin koordinasi dan komunikasi dengan seluruh satuan terkait dan masyarakat serta pemerintah daerah setempat termasuk insan pers yang merupakan mitra karib langsung TNI dari komando atas hingga jajaran terendah di daerah.”tandas Putra kelahiran Tondano (Minahasa) 51 tahun silam yang juga mantan Danrem 121/ABW (Kalbar) itu sambil menegaskan agar personil penerangan harus mampu melakukan deteksi dini, cegah dini dan laporan dini terkait pergerakkan informasi diwilayah kesatuan masing-masing.

Pada akhir wawancara eksklusif tersebut, perwira yang low profile dan berperawakan sederhana ini, juga mengungkapkan kerinduannya untuk mengabdi dan bertugas di kampung halamanya di wilayah Sulawesi Utara. “Semua orang pasti memiliki kerinduan untuk mengabdi, menjalankan tugas serta membangun tanah kelahiran, namun sebagai seorang perwira TNI penugasan adalah kewenangan pimpinan yang harus untuk dilaksanakan dengan tulus dan bertanggung jawab.”tandasnya. (Nando)

More Articles

  • Honda Jazz Merah “Terbang”...

      Manado,BS-  Kecelakaan maut kembali...

  • By Redaksi Barometer Sulut • Sep 09 Read More »

    Related Posts

    Tinggalkan Balasan

    Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    To Top