Sukseskan Pemilu 2024, Dukcapil Jemput Bola Perekat KTP-el

Hendry Djarang

Tahuna, BAROMETERSULUT.com– Sebagai langkah proaktif yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe melalui Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) untuk memastikan kesuksesan Pemilu 2024, upaya jemput bola telah diluncurkan.

Langkah ini bertujuan untuk memfasilitasi perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el) bagi pemilih pemula.

Generasi milenial, yang merupakan kelompok pemilih yang mendapat perhatian khusus dalam hal pelayanan Administrasi Kependudukan, saat ini menjadi fokus utama.

Dalam rangka mencapai tujuan ini, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil telah memprioritaskan perekaman KTP-el di kalangan siswa sekolah.

Kepala Dinas Dukcapil Sangihe Ratna Lombongadil melalui Sekretaris Dukcapil Hendry Djarang mengatakan, dalam upayanya, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil telah melayani berbagai sekolah, termasuk yang berasal dari pemerintah provinsi, seperti cabang-cabang Dinas Pendidikan provinsi, maupun sekolah-sekolah dengan kewenangan dari Kementerian Agama.

“Setelah membandingkan data dapodik dengan data kependudukan, kami menemukan bahwa terdapat 2.234 siswa yang belum melakukan perekaman KTP-el. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.848 siswa bersekolah di wilayah Kabupaten Kepulauan Sangihe,” kata Djarang.

Baca juga:  Edgar Sondakh Bawa Nama Sangihe Seleksi Capas tahun 2023 ke Tingkat Nasional

Sementara itu dijelaskan olehnya, siswa sebanyak 386 orang berada di luar wilayah Kepulauan Sangihe, sehingga target perekaman adalah sebanyak 1.848 siswa. Dari pelayanan yang telah dilakukan, sebanyak 584 siswa telah berhasil direkam, meninggalkan 870 siswa yang masih harus melakukan perekaman.

“Setelah melakukan rekapitulasi dan evaluasi, ternyata 461 siswa tidak hadir, terutama di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang sedang menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL), baik di wilayah Sangihe maupun di luar,” lanjutnya.

Selain itu, terdapat 7 siswa yang sedang sakit, 8 siswa pindah sekolah, 7 siswa berhenti, 43 siswa drop out, dan 74 siswa yang sudah lulus.

“Perlu diperhatikan bahwa KTP-el berlaku seumur hidup, sehingga informasi yang tercantum dalam KTP tidak dapat diubah sepanjang hidup. Oleh karena itu, sebanyak 250 siswa mungkin kurang siap saat kami melakukan perekaman di sekolah-sekolah,” tambahnya.

Baca juga:  KPU Sangihe menggelar Sosialisasi Uji Publik Rancangan Penataan Dapil

Lebih lanjut, dia menyebutkan bahwa bagi siswa SMK yang sedang menjalani PKL, mereka akan kembali ke sekolah pada bulan Desember. Oleh karena itu, rencananya akan ada jadwal perekaman KTP-el di bulan Desember untuk sekolah-sekolah SMK dan SMA dengan jumlah siswa yang masih perlu direkam.

Upaya ini memiliki tujuan yang sangat penting dalam memastikan bahwa seluruh pemilih pemula memiliki KTP-el yang valid untuk berpartisipasi dalam Pemilu 2024. Dengan jemput bola ini, Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil berusaha keras untuk memastikan bahwa hak suara setiap warga terwujud.

(Christ)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *