Diduga Ada Politik Uang, Timses Cakades Damau Balane Kepergok “Bagi- bagi Doi”

Talaud, BAROMETERSULUT.com-Diduga Tim Sukses (Timses) salah satu Calon Kepala Desa (Cakades) di Damau Balane, Kecamatan Damau, Kabupaten Kepulauan Talaud kepergok warga saat tengah melancarkan aksi bagi bagi uang kepada pemilih.

Praktek politik uang yang diduga dilakukan oleh salah satu calon Kepala Desa di Damau Balane kini ramai diperbincangkan.

Kepada media ini, beberapa warga mengungkapkan bahwa aksi bagi – bagi uang ‘Serangan Fajar’ tersebut berlangsung sejak Rabu (18/10/2023) dini hari.

Yulinda Anti, salah satu warga menerangkan, saat itu sekitar pukul 04.00 dirinya sedang berada di dalam kamar dan mendengar percakapan beberapa orang di dalam rumah lalu merekam suara percakapan tersebut.

Dalam percakapan itu, SP yang diduga merupakan timses salah satu calon Kepala Desa bersama RT yang merupakan warga desa tetangga yang disebutkan sebagai salah satu donatur menawarkan uang agar memilih jagoannya yaitu PM.

Hal ini dibenarkan oleh Yustus Anti. Ia menceritakan bahwa dirinya didatangi oleh RT dan SP dan tawari untuk memilih salah satu calon yakni PM sembari menjanjikan bahwa dirinya akan diberikan uang. Setelah itu dirinya langsung diajak menuju rumah calon Kepala Desa tersebut.

Lanjutnya, sebelum sampai di rumah calon Kepala Desa, mereka bertiga mampir di rumah RW, salah satu warga setempat sembari menanyakan kembali bahwa jika dirinya betul – betul akan mencoblos calon yang mereka dukung, maka 2 oknum tersebut akan membangunkan calon Kepala Desa.

Baca juga:  Polri Imbau Masyarakat Tetap Jaga Persatuan dan Kesatuan Jelang Pencoblosan Pemilu 2024

Setelah mengatakan bahwa ia akan memilih, maka calon Kepala Desa tersebut dibangunkan dan terjadilah percakapan soal agenda pemilihan yang akan dilaksanakan pada pagi hari.

Selain membahas soal uang, dalam percakapan tersebut, kata Yustus, calon Kepala Desa tersebut sempat meminta maaf juga soal bantuan rumah yang tidak sempat terealisasi karena bantuan tersebut dipending oleh Pemerintah Kabupaten.

Selang beberapa saat kemudian, ketika ia akan kembali ke rumah, SP menyodorkan uang sejumlah Rp.100.000 dan menjanjikan bahwa sisa uang lainnya nanti setelah pencoblosan selesai. Setelah itu, ia diantar ke Desa Damau Bowone dengan menggunakan mobil dan diikuti oleh SP.

Dari Desa Damau Bowone, ia bersama SP menuju rumahnya di Damau Balane. Sesampainya di rumah, ia menceritakan kepada istrinya bahwa ada uang yang diberikan untuk memilih salah satu calon Kepala Desa yang berinisial PM. Mendengar hal tersebut istrinya memarahinya.

Namun setelah dirinya bersama SP hendak keluar rumah, 2 orang saksi lainnya yakni Ferdi Malari dan Muri Waloni sudah berada di depan rumah dan langsung menanyakan dugaan politik uang kepada SP.

Baca juga:  Sekjen UCLG ASPAC Sebut Bupati Joune Ganda Punya "Leadership Strong" Untuk Majukan Minahasa Utara

Hal serupa diungkapkan oleh Muri Waloni saat diwawancarai di salah satu rumah warga Damau Balane. Ia menuturkan, dirinya saat itu sedang berada di Desa Damau Bowone dan mendapat informasi bahwa salah satu calon Kepala Desa sedang membagikan uang.

Kata Muri Waloni, dirinya langsung menuju Desa Damau Balane dan memergoki SP sedang berada di rumah salah satu warga yakni Yustus Anti. Pada saat itu, ia bersama rekannya langsung menanyakan perihal uang yang diberikan kepada pemilik rumah.

“Saat ditanya, ia (SP) langsung mengaku bahwa uang tersebut bukan uang miliknya. Uang yang dibagikan itu berasal dari RT, warga Desa Taduwale dan dibagikan agar calon Kepala Desa nomor urut 5,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ferdi Malaru salah satu warga Desa Damau Balane menerangkan, dirinya sempat merekam aksi tersebut dan melaporkan ke panitia pemilihan Kepala Desa.

“Saya langsung melaporkan hal tersebut ke panitia pemilihan Kepala Desa. Kata panitia, Pilkades harus tetap berjalan sesuai tahapan,” tutur Malaru.

Terpantau, akibat dugaan Money Politik ini, 4 calon Kepala Desa tidak bersedia menandatangani berita acara pemilihan kepala desa setempat.(ocha)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *