Diprakarsai Lentera Sehat Indonesia, Pegadaian Manado Bantu Alkes ke Penyandang Disabilitas

SALUT : Penyerahan bantuan alat kesehatan dilakukan secara simbolis kepada penyandang disabilitas.

Manadoradarsulut.com–Patut diapresiasi. Atas kerjasama yang diprakarsai Lentera Sehat Indonesia dan Pegadaian Kantor Wilayah V Manado menyerahkan bantuan alat kesehatan kepada masyarakat penyandang disabilitas.

Bantuan berupa kursi roda, tongkat ketiak, tongkat orang rua, alat bantu dengar dan kacamata itu diserahkan di kegiatan yang bertajuk “Sehat dan Merdeka bagi Semua, Solidaritas Inklusif Mewujudkan Perubahan Sosial” yang digelar Rabu (8/9) di The Gade Cafe, Boulevard, Manado.

Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kantor Wilayah V Manado, Edwin Soeharto Inkiriwang, mengatakan pihaknya telah menjalankan serangkaian inisiatif untuk mendukung inklusi, salah satunya adalah dengan mempekerjakan individu dengan disabilitas.

“Kami yakin bahwa setiap individu memiliki potensi dan bakat unik. Kami bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, dimana semua orang memiliki peluang yang sama untuk berkembang dan berkontribusi,” kata Edwin.

“Keterbukaan Pegadaian dalam menerima pegawai dengan disabilitas merupakan wujud nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang inklusi,”sambungnya.

Sementara itu, menurut Direktur Lentera Sehat Indonesia, Asep Rahman, menekankan pentingnya kegiatan semacam ini dalam memupuk semangat produktivitas dan mengatasi hambatan yang mungkin dihadapi oleh individu dengan disabilitas.

“Ini adalah langkah penting menuju masyarakat yang lebih inklusif dan adil bagi semua warganya,”ujar Asep.

Asep mengatakan kegiatan ini dihadiri sejumlah pihak, yaitu Forum Pelatihan dan Vokasi (ForlatVokasi) DPD Sulawesi Utara, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi, Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Utara, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Utara, Apotek Kimia Farma Mapanget dan International Labour Organization (ILO) Indonesia.

“Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada kelompok disabilitas, termasuk tuna rungu dan tuna netra, dengan memberikan bantuan alat kesehatan sebagai upaya nyata untuk mendorong potensi mereka dalam produktivitas,”tandasnya.(fjr)

Pos terkait