Bupati Joune Ganda Optimis Minut Bakal Jadi Sentra Tanaman Kelapa di Indonesia, Berkat Proyek ICARE Oleh Bank Dunia

Minut, BAROMETERSULUT.com- Tim Bank Dunia yang dipimpin oleh Vikas Choudary bersama Kementerian Pertanian RI melalui Balai Penerapan Standar Instrumen Pertanian (BPSIP) mengunjungi kabupaten Minahasa Utara.

Diketahui, kedatangan Vikas Choudary bersama tim itu, merupakan tindak lanjut dari Program Integrated Corporation Of Agricultural Resources Empowerment (ICARE) di Kabupaten Minahasa Utara, pertemuan dengan pemerintah kabupaten Minahasa Utara.

Ceremonial kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Minut Joune Ganda, SE.MAP.MM, Msi didampingi oleh Sekda Minut bersama kepala Dinas dan Badan terkait, Selasa(16/8) di JGC Centre Airmadidi.

Vikas Choudary kepada wartawan usai kegiatan itu mengatakan, untuk projek ICARE di Wilayah Minut ini akan diarahkan pada dua komoditas bernilai tinggi dan strategis yakni Jagung dan Kelapa. Dimana kata dia, pendampingan selama 5 tahun yakni tahun 2023 hingga 2028 mendatang.

“Intin dari proyek ICARE ini adalah tercipta satu peningkatan produksi kelapa dan Jagung secara signifikan dari sebelumnya.”ujar Petinggi Bank Dunia ini sambil menekankan Kabupaten Minut akan menjadi pilot proyek untuk pengembangan varietas kelapa dan jagung unggulan.

Baca juga:  Kapolres Talaud Gelar Ngopi Bareng Warga, Cara Efektif "Serap Aspirasi dan Motivasi Untuk Jaga Kamtibmas"

Sementara itu, Bupati Minut Joune Ganda menjelaskan, sangat bangga dan berterima kasih atas kepercayaan bank dunia atas proyek ICARE ini.

” Ini satu capaian penting dan strategis terkait pengembangan di bidang pertanian, apalagi hal ini mendapat dukungan organisasi internasional sekelas bank dunia.”ujarnya.

Joune Ganda menambahkan, akan dilaksanakan di 5 Kecamatan yaitu Kecamatan Talawaan seluas 329, 55 ha, Kecamatan Dimembe seluas 253 ha, Kecamatan Kalawat seluas 77 ha, Kecamatan Airmadidi seluas 137,1 ha, dan Kecamatan Kauditan seluas 203,35 ha.Secara keseluruhan Pemkab Minut menyiapkan 1000 hektar lahan untuk komoditas Kelapa dan Jagung.

Untuk itu kata Joune Ganda, Dengan adanya program ini, maka petani di kabupaten Minahasa utara akan memiliki peluang karena dengan ditetapkan Minut sebagai pilot project maka kita akan bisa mengembangkan komoditas-komoditas ini bukan hanya untuk komoditas kopra saja, tapi dengan turunan-turunan atau metode metode yang lebih bagus lagi, dan ini akan di kawal oleh bank dunia melalui program ICARE selama 5 tahun dan akan dilaksanakan evaluasi.

Baca juga:  Kunjungi Kabupaten Talaud, Kapolda Sulut Pastikan Pengamanan Jelang Pemilu 2024 Berjalan Maksimal

” Penetapan Minut sebagai satu-satunya daerah di Sulut dapat program pendampingan bank dunia melalui proyek ICARE ini, bukan satu hadiah namun melalui proses kajian yang mendalam dari tim bank dunia dan kementrian terkait.Untuk perlu didukung oleh jajaran Pemkab dan masyarakat Minut.” tandas Bupati Minut yang juga ketua bidang Politik dan Keamanan APKASI Itu sambil menambahkan dengan proyek ICARE ini bakal menjadikan Minahasa utara akan menjadi pusat sentra tanaman kelapa di Indonesia.

Turut Hadir dalam kegiatan ini, Alika Tuwo (Ahli Ekonomi Pertanian), Fransisca Melia Setiawati( Ahli Pembangunan Sosial),Jaya Perana Ketaren (Ahli Lingkungan), Heru Prama Yuda, DR. Bram Kusbiantoro, MS. Suhartini, SP, MFSc., Prima Luna, STP, MSi, Ph.D., Kepala Badan BPSIP Provinsi Sulawesi Utara dan Staf, Asisten dan Staf Ahli Kabupaten Minahasa Utara beserta jajaran Pemkab Minahasa Utara, stakeholder,petani,dan penyuluh pertanian yang ada.(nando)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *