Causa Iman: Pertumbuhan Ekonomi Sulampua, Lebih Tinggi di Atas Nasional

Manado, Barometersulut.com Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Sulut Praseno Hadi membuka Seminar Penguatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sulawesi, Maluku dan Papua, di hotel Four Points, Rabu (6/6/2023).

Praseno menutur, alasan Gubernur Sulut ingin mewujudkan cita-cita besar Dr Sam Ratulangi, untuk menjadikan Sulut sebagai Pacific Gateway of Indonesia yang diperhitungkan di Asia Pasifik.

Posisi Sulawesi Utara (Sulut) yang strategis, yang terletak di bibir Pasifik menjadikan daerah ini memiliki potensi besar.

“Kita berharap keunggulan letak strategis Provinsi Sulawesi Utara dapat dimanfaatkan bersama-sama untuk pengembangan potensi ekonomi. Bukan hanya Sulut tetapi masyarakat dan pemerintah daerah yang ada di wilayah Sulampua,” ujar Praseno.

Pemanfaatan Sulut lanjut Praseno, sebagai pintu gerbang atau penghubung aktivitas perekonomian, khususnya ekspor dan impor, jauh lebih efektif dan efisien ketimbang harus melalui daerah lain yang membutuhkan cost lebih besar.

“Paling efisien untuk ekspor dan impor dengan melalui Manado sebagai hub,” katanya.

Selain itu, Praseno mengatakan untuk mendorong ekspor dan impor, Pemprov Sulut dengan menerbitkan kebijakan dengan pemberian subsidi.

“Kita berharap tahun depan tidak perlu ada subsidi lagi. Tahun ini Pempeov memberikan subsidi jika tak capai quota kepada maskapai Garuda. Tentunya kalau lancar tidak ada subsidi lagi,” terang Praseno.

Kegiatan ekspor yang dibuka saat ini menyasar sejumlah negara, yakni Jepang, Korea dan Singapura yang sudah berjalan 4 kali.

“Mudah-mudahan kita jadi hub ekspor impor di Sulut,” tandasnya.

Praseno mengingatkan semua pihak untuk saling kolaborasi. “Mari kolaborasi sama-sama meningkatkan perekonomian KEK Bitung dan wisata Likupang. Kita berharap dari provinsi lain juga sama-sama bisa kolaborasi,” serunya.

Melalui insentif yang diberikan pemerintah, tambah Praseno adalah untuk mencukupkan dan menjaga kelangsungan ekspor di wilayah kawasan industri.

“Sulawesi Utara sangat welcome, khususnga untuk mewujudkan cita-cita menjadi pintu gerbang di wilayah pacific betul-betul terwujud,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana menyampaikan KEK memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan penyediaan tenaga kerja.

“KEK memiliki potensi besar yang ikut mendorong sumber terobosan ekonomi baru, untuk peningkatan pelaku usaha maupun penyediaan tenaga kerja,” tukasnya.

Pertumbuhan ekonomi di wilayah Sulampua saat ini, masih lebih tinggi di atas nasional. “Pertumbuhan ekonomi Sulampua saat ini tercatat 5,54 persen dibtriwulan I lebih tinggi dari nasional sebesar 5,03 persen. Hal ini diperkuat oleh perbaikan konsumsi rumah tangga dan industri pengolahan maupun ekspor,” jelasnya.

Diketahui, kegiatan seminar ini, bertema strategi akselerasi dan optimalisasi Kawasan Ekonomi Khusus sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Sulampua.

Turut hadir Kepala Bank Indonesia Provinsi Sulut, Andry Prasmuko, Duta Besar Indonesia untuk Jepang, Heri Akhmadi, Staf Ahli Kementerian Investasi dan BKPM, Noor Fuad Fitrianto dan Staf Ahli Bidang Regulasi, Penegakan Hukum dan Ketahanan Ekonomi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Elen Setiadi.(nando)

Pos terkait