Edo, Anak Tukang Bentor Jadi Anggota Polisi

Ferdinand Malambae
Ferdinand Malambae
Tahuna, BAROMETERSULUT.com-Ferdinand Malambae (19) asal Kampung Likuang Kecamatan Tabukan Utara (Tabut), Kabupaten Kepulauan Sangihe merupakan anak dari Jefri Malambae tukang Bentor dan Dalima Salenda (Alma)berhasil lulus jadi anggota Polisi Republik Indonesia (Polri).
Edo sapaan akrabnya memulai jenjang studi sekolah dasar (SD) di YPK Enemawira pada tahun 2009, melanjutkan sekolah menengah pertama (SMP) di SMP Negeri 1 Tabukan Utara pada tahun 2014 dan melanjutkan sekolah menengah atas (SMA) di SMA Negeri 1 Tabukan Utara pada tahun 2017.
Ferdinand Malambae bersama orangtuanya
Ferdinand Malambae, kesehariannya merupakan anak yang baik, rajin beribadah dan taat terhadap orang tuanya. Tatkala itu dia juga sering membantu orangtuanya.
Usai menamatkan SMA. Pada bulan Maret tahun 2020, Edo mencoba untuk mencalonkan diri menjadi anggota Polisi di Polres Kepulauan Sangihe. Namun, usaha dan tekad menjadi anggota Polri harus terhenti, dikarenakan tidak lulus serta faktor umur belum mencukupi.
Akan tetapi, niat menjadi anggota Polri sudah bulat dibenak Edo. Tidak lulus pada tes perta pada tahun 2020. Dirinya mencoba untuk mencalonkan diri yang kedua kalinya menjadi anggota Polri pada penerimaan di bulan Maret tahun 2021.
Dengan penuh semangat dan pelajaran tidak lulus pada tes pertama, dirinya tetap berusaha selama satu tahun untuk terus berlatih dan belajar. Alhasil, pada pengumuman Ferdiand lulus menjadi anggota Polri.
Ferdinand Malambae bersama keluarga
Perjalanan Ferdinand Malambae menjadi anggota Polri tak selesai sampai disitu. Dikarenakan keadaan keluarganya tergolong orang susah, dirinya hanya tinggal bersama ayahnya. Dimana mereka sudah ditinggalkan oleh ibunya. Bahkan, mencalonkan diri sebagai anggota Polri Ferdinand tidak memiliki uang. Dengan bantuan keluarga akhirnya tekadnya itupun terwujud.
Pada pengumuman kelulusan bulan Juli tahun 2021 Ferdinand Malambae mendulang nilai tertinggi dari Polres Sangihe mengalahkan teman-temannya.
Setelah itu, dirinya mengikuti pendidikan selam 5 bulan dari bulan Agustus-Desember 2021 dan dilantik menjadi anggota Bintara PTU TA 2021 pada 22 Desember tahun 2021 oleh Kapolda Sulut Irjen Pol Mulyanto.
Kepada media ini dirinya menjelaskan, memang ketika mencalonkan diri menjadi anggota Polri ada halangan terbesar, yaitu tidak memiliki uang. Apalagi orang tua pekerjaan kesehariannya hanya tukang bentor. Serta pada saat berangkat dan tinggal di kos di Manado itu ditanggung oleh keluarga.
“Pada saat pengumuman kelulusan, saya merasa sangat senang. Karena banyak isu bila masuk anggota Polri itu harus dengan uang. Akan tetapi saya lulusan, itu juga karena kemurahan Tuhan kepada saya,” ungkap Ferdinand.
Ditanya selama pendidikan apakah ada kesulitan. Dirinya menjawab, jadi selama pendidikan itu yang dilatih adalah fisik.
“Karena saya sudah tidak memiliki orang tua perempuan, saya dari kecil sudah biasa bangun pagi, hidup mandiri, bantu pa papa. Akhirnya pada saat  pendidikan kebiasaan itu terulang lagi,” jelas Malambae.
Perasaan senang penuh sukacita dijelaskan Ferdinand ketika dirinya telah menjadi anggota Polri.
“Tentunya sekarang setelah menjadi anggota Polri, saya merasa sangat bangga. Karena setelah ini saya bisa mengangkat derajat orang tua dan keluarga,” jelasnya.
Dirinya berpesan kepada anak-anak yang kurang mampu, jangan takut untuk masuk Polisi, jangan mudah terpengaruh dengan omongan orang.
“Ini juga bisa menjadi motivasi kepada anak-anak orang miskin seperti saya, bisa menjadi contoh teladan kepada mereka, supaya kedepan mereka boleh mo Iko sama deng kita. Walaupun dengan segala keterbatasan, Torang boleh berfikir bahwa rencana Tuhan selalu indah, Dia tidak ada memberikan anaknya,” imbuh Edo. (CA)
Baca juga:  Menkes RI Beri Signal Positif Terkait Usulan Pj Bupati Sangihe

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *